Hubungan Waktu Tempuh Ke Fasilitas Kesehatan dengan Kerutinan Minum Obat Pada Perempuan Pra Lanjut Usia Dengan Hipertensi di Provinsi Sumatera Barat: Analisis Data Riskesdas 2018
Abstract
Latar belakang : Perempuan yang memasuki pra lanjut usia biasanya sudah
mengalami masa menopause. Pada masa menopause, fungsi fisiologis
perempuan mengalami penurunan akibat proses penuaan sehingga penyakit tidak
menular banyak muncul seperti hipertensi. Kepatuhan pengobatan pasien
hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang
tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak
terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan pasien seringkali menjadi penyebab terjadinya
kegagalan terapi. Kemudahan akses ke fasilitas kesehatan mungkin menjadi faktor
yang menentukan kepatuhan pasien.
Tujuan Penelitian : Untuk menjelaskan hubungan antara waktu tempuh ke
fasilitas kesehatan dengan tingkat kerutinan minum obat pada perempuan pra
lanjut usia dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat.
Metode Penelitian : Penelitian cross-sectional ini menggunakan data sekunder
Riskesdas tahun 2018. Sampel penelitian ini adalah perempuan pra lanjut usia
dengan hipertensi berdomisili di Provinsi Sumatera Barat, yang menjadi responden
Riskesdas 2018. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan tabel distribusi
frekuensi, bivariat dan multivariat menggunakan chi square dan regresi logistik.
Hasil Penelitian : Dari 499 sampel, usia terbanyak adalah 55 - 59 Tahun sebanyak
183 orang (36,7%), pendidikan terbanyak adalah pasien dengan pendidikan
rendah yaitu sebanyak 330 orang (66,1%), status pekerjaan terbanyak adalah
tidak bekerja sebanyak 252 orang (50,5%), sedangkan komplikasi penyakit
terbanyak adalah diabetes melitus sebanyak 57 orang (11,4%). Hasil analisis
menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara waktu tempuh ke
fasilitas kesehatan dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia
dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat (p=0,181, OR= 0,240). Sedangkan
variabel pendidikan tertinggi dan pernah didiagnosis stroke memiliki hubungan
yang signifikan dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia
dengan hipertensi di Provinsi Sumatera Barat (p=0,002 OR=1,786; p=0,016
OR=2,430).
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara waktu tempuh ke fasilitas kesehatan
dengan kerutinan minum obat pada perempuan pra lanjut usia dengan hipertensi
di Provinsi Sumatera Barat.
Collections
- Medical Education [2860]
