| dc.description.abstract | Perubahan iklim berdampak pada peningkatan frekuensi dan intensitas bencana
di Pulau Jawa, yang memiliki risiko tinggi terhadap banjir, tanah longsor, dan cuaca
ekstrem. Penelitian ini menganalisis hubungan variabel cuaca seperti temperatur,
kelembaban, curah hujan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin dengan
kejadian bencana di enam Provinsi pulau Jawa selama 2010–2023. Metode yang
digunakan adalah Negative Binomial Regression (NB) dan Zero Inflated Poisson
(ZIP) karena mampu menangani data bencana yang bersifat count data dan sering
mengandung banyak nol. Model terbaik dipilih berdasarkan nilai Root Mean
Squared Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Akaike Information
Criterion (AIC) yang terkecil. Hasilnya menunjukkan bahwa variabel cuaca
berpengaruh signifikan terhadap kejadian bencana. Model ZIP lebih akurat
dibandingkan NB karena lebih mampu menangani data dengan banyak nol.
Penelitian ini merekomendasikan model ZIP dalam analisis prediksi bencana terkait
perubahan iklim. Penelitian ini dapat digunakan untuk mendukung kebijakan
mitigasi dan sistem peringatan dini berbasis data cuaca dan iklim. | en_US |