Analisis Pengaruh Iklim Terhadap Kasus Penyakit Demam Berdarah Dengue menggunakan Generalized Linear Model (Studi Kasus : Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kendari Tahun 2019 - 2023)
Abstract
Perubahan iklim dapat mempengaruhi perubahan kondisi suatu lingkungan,
dimana salah satu hal yang dapat dipengaruhi adalah perubahan lingkungan yang
dapat mendukung perkembangbiakan nyamuk yang mengakibatkan terjadinya
penyakit demam berdarah dengue. Hal ini juga berdampak pada kasus demam
berdarah dengue di Kota Kendari yang beberapa kali mengalami peningkatan
kasus. Penelitian ini menggunakan Generalized Linear Model (GLM) dengan
pendekatan Quasi-Poisson Regression dan Negative Binomial Regression, yang
dipilih karena data kasus DBD mengalami overdispersi, yaitu varians lebih besar
dari rata-rata, sehingga metode regresi Poisson tidak dapat digunakan secara
optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quasi-Poisson Regression
umumnya lebih baik dibandingkan Negative Binomial Regression, dengan
koefisien determinasi deviance lebih tinggi serta nilai MAE, MSE, dan RMSE lebih
kecil. Di Kecamatan Kendari, Mandonga, dan Nambo, model Poisson Regression
digunakan karena tidak terdapat overdispersi, meskipun performanya lebih rendah
dibandingkan model Quasi-Poisson Regression. Analisis variabel iklim
menunjukkan perbedaan faktor signifikan antar kecamatan. Curah hujan
berpengaruh signifikan di beberapa kecamatan seperti Abeli, Baruga, Poasia,
Puwatu, Wua-Wua, dan Kambu. Faktor lain yang signifikan di beberapa kecamatan
lain meliputi kecepatan angin rata-rata dan maksimum, temperatur minimum, serta
lama penyinaran matahari.
Collections
- Statistics [1245]
