| dc.description.abstract | Fondasi merupakan salah satu elemen krusial dalam setiap bangunan, karena berperan
sebagai penyalur beban dari struktur atas menuju tanah. Perencanaan ini tentunya tidak lepas dari
kriteria aman dan efisien sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Analisis kapasitas dukung
fondasi dilakukan dengan memperhatikan data penyelidikan tanah, beban yang ditanggung oleh
fondasi, dimensi tiang, jarak antar tiang, dan data pendukung seperti mutu beton dan kedalaman
fondasi. Tujuan penelitian tersebut adalah mengetahui sebesar jauh variasi dimensi mempengaruhi
besar nilai kapasitas dukung fondasi tiang bor dan penurunannya.
Penelitian kapasitas daya dukung dan penurunan dilakukan dengan membandingkan
beberapa metode analisis yaitu metode teoritis yaitu metode Meyerhoff, metode Reese & Wright,
dan metode Reese & O’Neil. Hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan analisis yang
dilakukan dengan software PLAXIS 2D dan hasil PDA Test dengan variasi diameter sebesar 0,7 m,
0,6 m, dan 0,5 m dengan panjang tiang 11,8 m.
Berdasarkan analisis kapasitas dukung tiang kelompok dengan metode teoritis dan software
PLAXIS 2D dengan variasi diameter 0,7, 0,6, dan 0,5 dengan panjang tiang 11,8 m didapatkan hasil
secara berurutan sebesar 3003 kN, 2452 kN, dan 1942 kN untuk metode meyerhoff, 4590,432 kN,
3749,931 kN, 2971,004 kN untuk metode Reese & Wright, 2635,363, kN, 2261,053 kN, dan
1344,573 kN untuk metode Reese & O’Neil. Sedangkan dengan hasil PLAXIS 2D 7534 kN, 7319
kN, dan 7058 kN pada metode Meyerhoff, 7338 kN, 7149 kN, dan 6947 untuk metode Reese &
Wright, 7952 kN, 7156 kN, dan 6947 untuk metode Reese & O’Neil. Dari hasil tersebut dapat di
simpulkan bahwa semakin kecil diameter maka nilai kapasitas daya dukung yang dihasilkan semakin
kecil. Hasil penurunan kelompok tiang dengan metode teoritis dan software PLAXIS 2D dengan
variasi diameter 0,7, 0,6, dan 0,5 dengan panjang tiang 11,8 m didapatkan hasil dengan metode
teoritis secara berurutan sebesar 0,0104 m, 0,0150 m, dan 0,0200m. Sedangakan didapatkan hasil
dengan metode PLAXIS 2D sebesar 0,033 m, 0,037 m , dan 0,039 m pada metode Meyerhoff, 0,028
m, 0,033 m, dan 0,036 m pada metode Reese & Wright, 0,034 m, 0,038 m, dan 0,040 pada metode
Reese & O’Neil. Dapat disimpulkan bahwa semakin kecil diameter semakin besar nilai angka
penurunannya. | en_US |