Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Amalia Rizkya
dc.date.accessioned2025-04-23T01:42:51Z
dc.date.available2025-04-23T01:42:51Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55299
dc.description.abstractFondasi merupakan salah satu elemen krusial dalam setiap bangunan, karena berperan sebagai penyalur beban dari struktur atas menuju tanah. Perencanaan ini tentunya tidak lepas dari kriteria aman dan efisien sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia. Analisis kapasitas dukung fondasi dilakukan dengan memperhatikan data penyelidikan tanah, beban yang ditanggung oleh fondasi, dimensi tiang, jarak antar tiang, dan data pendukung seperti mutu beton dan kedalaman fondasi. Tujuan penelitian tersebut adalah mengetahui sebesar jauh variasi dimensi mempengaruhi besar nilai kapasitas dukung fondasi tiang bor dan penurunannya. Penelitian kapasitas daya dukung dan penurunan dilakukan dengan membandingkan beberapa metode analisis yaitu metode teoritis yaitu metode Meyerhoff, metode Reese & Wright, dan metode Reese & O’Neil. Hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan analisis yang dilakukan dengan software PLAXIS 2D dan hasil PDA Test dengan variasi diameter sebesar 0,7 m, 0,6 m, dan 0,5 m dengan panjang tiang 11,8 m. Berdasarkan analisis kapasitas dukung tiang kelompok dengan metode teoritis dan software PLAXIS 2D dengan variasi diameter 0,7, 0,6, dan 0,5 dengan panjang tiang 11,8 m didapatkan hasil secara berurutan sebesar 3003 kN, 2452 kN, dan 1942 kN untuk metode meyerhoff, 4590,432 kN, 3749,931 kN, 2971,004 kN untuk metode Reese & Wright, 2635,363, kN, 2261,053 kN, dan 1344,573 kN untuk metode Reese & O’Neil. Sedangkan dengan hasil PLAXIS 2D 7534 kN, 7319 kN, dan 7058 kN pada metode Meyerhoff, 7338 kN, 7149 kN, dan 6947 untuk metode Reese & Wright, 7952 kN, 7156 kN, dan 6947 untuk metode Reese & O’Neil. Dari hasil tersebut dapat di simpulkan bahwa semakin kecil diameter maka nilai kapasitas daya dukung yang dihasilkan semakin kecil. Hasil penurunan kelompok tiang dengan metode teoritis dan software PLAXIS 2D dengan variasi diameter 0,7, 0,6, dan 0,5 dengan panjang tiang 11,8 m didapatkan hasil dengan metode teoritis secara berurutan sebesar 0,0104 m, 0,0150 m, dan 0,0200m. Sedangakan didapatkan hasil dengan metode PLAXIS 2D sebesar 0,033 m, 0,037 m , dan 0,039 m pada metode Meyerhoff, 0,028 m, 0,033 m, dan 0,036 m pada metode Reese & Wright, 0,034 m, 0,038 m, dan 0,040 pada metode Reese & O’Neil. Dapat disimpulkan bahwa semakin kecil diameter semakin besar nilai angka penurunannya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFondasi Tiang Boren_US
dc.subjectKapasitas Dukungen_US
dc.subjectPenurunanen_US
dc.subjectDiameteren_US
dc.subjectPLAXIS 2Den_US
dc.titleAnalisis Kapasitas Dukung dan Penurunan Fondasi Tiang Bor dengan Variasi Diameter (Studi kasus Proyek Pembangunan Laboratorium Riset Terpadu UPN “VETERAN” Yogyakarta 2023, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20511270


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record