Show simple item record

dc.contributor.authorPutri, Zahrani Aliffia
dc.date.accessioned2025-04-22T03:56:03Z
dc.date.available2025-04-22T03:56:03Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55262
dc.description.abstractLatar Belakang : Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan periode kritis di mana anak rentan mengalami gangguan pertumbuhan, ditandai dengan panjang atau tinggi badan kurang dari -2SD menurut WHO. Pada tahun 2022, 10,8% Balita di Kota Yogyakarta mengalami kondisi ini. Faktor yang memengaruhi kejadian panjang badan menurut umur (PB/U) yang berada kurang dari -2 standar deviasi (SD) meliputi status gizi dan riwayat infeksi, usia ibu, jarak kelahiran, kelahiran prematur, kondisi lingkungan serta status gizi dan riwayat kesehatan ibu selama kehamilan. Status gizi ibu hamil, yang dapat dinilai melalui IMT dan LiLA, berperan penting dalam pertumbuhan anak. Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan suatu kondisi kekurangan gizi terutama asupan energi dan protein yang sering terjadi pada ibu hamil dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Gangguan ini berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial anak. Oleh karena itu, deteksi dini dan intervensi gizi sejak kehamilan hingga usia 2 tahun diperlukan untuk memastikan pertumbuhan optimal anak. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu dengan Kejadian Panjang Badan Kurang dari -2SD pada bayi usia 1-6 bulan di permukiman padat penduduk area Yogyakarta. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Subjek dipilih menggunakan cluster random sampling dengan cluster posyandu. Besar sampel yang digunakan sebanyak 48 sampel. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan riwayat Kurang Energi Kronis (KEK) ibu dan variabel terikat adalah Kejadian Panjang Badan < -2SD. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat untuk mengetahui distribusi responden dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi koefisien kontingensi. Hasil : Berdasarkan 46 sampel yang diolah, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan riwayat KEK pada ibu dengan Kejadian Panjang Badan Kurang dari -2SD dengan masing-masing nilai p-value 0,600 dan 0, 829. Nilai kontingensi koefisien juga menunjukkan hubungan sangat lemah atau hampir tidak berhubungan. Kesimpulan : IMT dan riwayat KEK pada ibu tidak berhubungan dengan Kejadian Panjang Badan < -2SD pada anak usia 1-6 bulan di daerah padat penduduk Kota Yogyakarta.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGangguan Pertumbuhanen_US
dc.subjectPanjang Badan menurut Umur (PB/U)en_US
dc.subjectIndeks Massa Tubuh (IMT)en_US
dc.subjectKurang Energi Kronis (KEK)en_US
dc.subjectGizi Ibu Hamilen_US
dc.titleHubungan IMT dan Riwayat Kek Ibu dengan Kejadian Panjang Badan Kurang dari -2sd Pada Bayi Usia 1-6 Bulan di Permukiman Padat Penduduk Kota Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711121


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record