Hubungan IMT dan Riwayat Kek Ibu dengan Kejadian Panjang Badan Kurang dari -2sd Pada Bayi Usia 1-6 Bulan di Permukiman Padat Penduduk Kota Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang : Seribu Hari Pertama Kehidupan merupakan periode kritis di mana
anak rentan mengalami gangguan pertumbuhan, ditandai dengan panjang atau
tinggi badan kurang dari -2SD menurut WHO. Pada tahun 2022, 10,8% Balita di
Kota Yogyakarta mengalami kondisi ini. Faktor yang memengaruhi kejadian panjang
badan menurut umur (PB/U) yang berada kurang dari -2 standar deviasi (SD)
meliputi status gizi dan riwayat infeksi, usia ibu, jarak kelahiran, kelahiran prematur,
kondisi lingkungan serta status gizi dan riwayat kesehatan ibu selama kehamilan.
Status gizi ibu hamil, yang dapat dinilai melalui IMT dan LiLA, berperan penting
dalam pertumbuhan anak. Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan suatu
kondisi kekurangan gizi terutama asupan energi dan protein yang sering terjadi pada
ibu hamil dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan. Gangguan ini
berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial anak. Oleh karena
itu, deteksi dini dan intervensi gizi sejak kehamilan hingga usia 2 tahun diperlukan
untuk memastikan pertumbuhan optimal anak.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan Indeks Massa
Tubuh (IMT) dan riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu dengan
Kejadian Panjang Badan Kurang dari -2SD pada bayi usia 1-6 bulan di permukiman
padat penduduk area Yogyakarta.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain
penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan kohort
retrospektif. Subjek dipilih menggunakan cluster random sampling dengan cluster
posyandu. Besar sampel yang digunakan sebanyak 48 sampel. Variabel bebas
pada penelitian ini adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan riwayat Kurang Energi
Kronis (KEK) ibu dan variabel terikat adalah Kejadian Panjang Badan < -2SD. Data
pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis univariat untuk mengetahui
distribusi responden dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi koefisien
kontingensi.
Hasil : Berdasarkan 46 sampel yang diolah, tidak terdapat hubungan yang signifikan
antara IMT dan riwayat KEK pada ibu dengan Kejadian Panjang Badan Kurang dari
-2SD dengan masing-masing nilai p-value 0,600 dan 0, 829. Nilai kontingensi
koefisien juga menunjukkan hubungan sangat lemah atau hampir tidak
berhubungan.
Kesimpulan : IMT dan riwayat KEK pada ibu tidak berhubungan dengan Kejadian Panjang
Badan < -2SD pada anak usia 1-6 bulan di daerah padat penduduk Kota Yogyakarta.
Collections
- Medical Education [2860]
