Show simple item record

dc.contributor.authorSadzaliah
dc.date.accessioned2025-03-17T04:48:26Z
dc.date.available2025-03-17T04:48:26Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55212
dc.description.abstractLatar belakang : Stroke merupakan gangguan fungsional otak fokal maupun global akut yang berlangsung lebih dari 24 jam dan menjadi penyebab utama kematian dan kecatatan di dunia, khususnya di negara berkembang. Secara global, angka kejadian, kematian, dan prevalensi stroke terus meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Di indonesia, prevalensi stroke tertinggi tercatat di Kalimantan Timur (9,14 %) dan DI Yogyakarta (14,6%). Stroke iskemik disebabkan oleh kurangnya alirah darah ke otak, mengakibatkan kematian jaringan otak dan cedera neurologis akibat stres oksidatif, peradangan, dan apoptosis. Salah satu penanda penting stress oksidatif dalam stroke adalah Brain- Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berfungsi terhadap plastisitas sinaptik, pertumbuhan saraf, dan regulasi neurotransmitter. Pada pasien stroke kadar BDNF cenderung lebih rendah, yang berhubungan dengan berkurangnya plastisitas otak. Moringa oleifera, tumbuhan kaya antioksidan seperti beta-karoten, polifenol, flavonoid, telah terbukti memiliki efek terapeutik, termasuk perlindungan terhadap stres oksidatif. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap kadar BDNF darah tikus (Rattus norvegicus) pada model iskemia otak global. Metode penelitian : Metode studi eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Dua puluh enam serum darah tikus putih wistar Rattus norvegicus dibagi menjadi enam kelompok, yaitu sehat, induksi stroke dan ekstrak etanol daun kelor dosis tinggi, induksi stroke dan ekstrak etanol daun kelor dengan piracetam, dan induksi stroke saja tanpa tambahan perlakuan. Kadar BDNF diukur menggunakan metode ELISA. Data kadar BDNF dianalisis dengan uji statistik One Way ANOVA dan post Hoc Bonferroni. Hasil : ekstrak etanol daun kelor meningkatkan kadar BDNF secara signifikan (p<0,05) pada tikus yang diinduksi stroke (2038,000 ± 39,84 pg/mL), meskipun lebih rendah dibandingkan kelompok piracetam (2096,0667 ± 479,14 pg/mL). Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap peningkatan kadar BDNF darah tikus yang diinduksi stroke dengan metode BCCAoen_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkstrak Etanolen_US
dc.subjectDaun Keloren_US
dc.subjectRattus Norvegicusen_US
dc.subjectIskemia Otaken_US
dc.subjectStres Oksidatifen_US
dc.subjectElisaen_US
dc.subjectBDNFen_US
dc.titlePengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar BDNF Darah Tikus (Rattus Norvegicus) pada Model Iskemia Otak Globalen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711120


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record