Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera) Terhadap Kadar BDNF Darah Tikus (Rattus Norvegicus) pada Model Iskemia Otak Global
Abstract
Latar belakang : Stroke merupakan gangguan fungsional otak fokal maupun
global akut yang berlangsung lebih dari 24 jam dan menjadi penyebab utama
kematian dan kecatatan di dunia, khususnya di negara berkembang. Secara
global, angka kejadian, kematian, dan prevalensi stroke terus meningkat signifikan
dalam beberapa dekade terakhir. Di indonesia, prevalensi stroke tertinggi tercatat
di Kalimantan Timur (9,14 %) dan DI Yogyakarta (14,6%). Stroke iskemik
disebabkan oleh kurangnya alirah darah ke otak, mengakibatkan kematian
jaringan otak dan cedera neurologis akibat stres oksidatif, peradangan, dan
apoptosis. Salah satu penanda penting stress oksidatif dalam stroke adalah Brain-
Derived Neurotrophic Factor (BDNF) yang berfungsi terhadap plastisitas sinaptik,
pertumbuhan saraf, dan regulasi neurotransmitter. Pada pasien stroke kadar
BDNF cenderung lebih rendah, yang berhubungan dengan berkurangnya
plastisitas otak. Moringa oleifera, tumbuhan kaya antioksidan seperti beta-karoten,
polifenol, flavonoid, telah terbukti memiliki efek terapeutik, termasuk perlindungan
terhadap stres oksidatif.
Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap
kadar BDNF darah tikus (Rattus norvegicus) pada model iskemia otak global.
Metode penelitian : Metode studi eksperimental dengan rancangan post-test only
control group design. Dua puluh enam serum darah tikus putih wistar Rattus
norvegicus dibagi menjadi enam kelompok, yaitu sehat, induksi stroke dan ekstrak
etanol daun kelor dosis tinggi, induksi stroke dan ekstrak etanol daun kelor dengan
piracetam, dan induksi stroke saja tanpa tambahan perlakuan. Kadar BDNF diukur
menggunakan metode ELISA. Data kadar BDNF dianalisis dengan uji statistik One
Way ANOVA dan post Hoc Bonferroni.
Hasil : ekstrak etanol daun kelor meningkatkan kadar BDNF secara signifikan
(p<0,05) pada tikus yang diinduksi stroke (2038,000 ± 39,84 pg/mL), meskipun
lebih rendah dibandingkan kelompok piracetam (2096,0667 ± 479,14 pg/mL).
Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor terhadap
peningkatan kadar BDNF darah tikus yang diinduksi stroke dengan metode
BCCAo
Collections
- Medical Education [2958]
