Show simple item record

dc.contributor.authorBramulia, Hafizhakky
dc.date.accessioned2025-03-17T04:17:28Z
dc.date.available2025-03-17T04:17:28Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55209
dc.description.abstractLatar Belakang: Pada tahun 2024 terdapat 461 jamaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci, dimana 370 diantaranya adalah jamaah dengan risiko tinggi (risti). Jamaah daftar tunggu haji reguler Indonesia berjumlah 4.179.092 dengan kuota keberangkatan rata-rata 200.000 jamaah per tahun. Mayoritas pendaftar haji berada dalam rentang usia produktif, yaitu antara 25 hingga 40 tahun. Namun, masa tunggu haji yang lama menyebabkan jamaah haji akan menjalankan ibadah haji saat usia lansia. Seiring dengan bertambahnya usia, akan terjadi penurunan fungsi tubuh yang dapat mengganggu pelaksaan ibadah haji. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat perilaku berisiko bagi kesehatan, seperti merokok, makanan berkolesterol, konsumsi alkohol, dan kurangnya aktivitas fisik dengan prevalensi tertentu, yang dapat mengganggu kesehatan persipan haji. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki masa tunggu selama 34 tahun. Dalam rangka meningkatkan kesadaran pentingnya perilaku preventif kesehatan pada jamaah daftar tunggu haji, penelitian mengenai perilaku preventif kesehatan jamaah daftar daftar tunggu haji usia produktif di Kabupaten Sleman DIY perlu dilakukan. Tujuan Penelitian: Mengetahui perilaku dan faktor yang melatarbelakangi perilaku preventif kesehatan jamaah daftar tunggu haji usia produktif di Kabupaten sleman DIY. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan studi kasus. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan maximum variation. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam semi struktur. Wawancara dilakukan pada jamaah daftar tunggu haji usia produktif di Kabupaten Sleman DIY. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan perilaku preventif kesahatan yang dilakukan jamaah daftar tunggu haji berupa olahraga, pengaturan pola makan, menjaga istirahat, perilaku cegah penyakit menular, dan upaya lain. Terdapat juga narasumber yang masih memilki perilaku berisiko yaitu merokok. Faktor yang melatarbelakangi perilaku preventif adanya riwayat penyakit keluarga, kepemilikan komorbid, dan manfaat yang dirasakan. Simpulan: Jamaah daftar tunggu haji usia produktif di kabupaten sleman DIY telah menerapkan perilaku preventif dengan bentuk bervariatif. Faktor yang melatarbelakangi perilaku preventif kesehatan berupa persepsi kerentanan, keparahan, dan manfaat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPerilaku Preventif Kesehatanen_US
dc.subjectPersepsien_US
dc.subjectJamaah Daftar Tunggu Haji Sleman DIYen_US
dc.titleAnalisis Perilaku Preventif Kesehatan dalam menjaga Kondisi Tubuh Pada Jamaah Daftar Tunggu Haji Usia Produktif di Kabupaten Sleman DIYen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711172


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record