Analisis Perilaku Preventif Kesehatan dalam menjaga Kondisi Tubuh Pada Jamaah Daftar Tunggu Haji Usia Produktif di Kabupaten Sleman DIY
Abstract
Latar Belakang: Pada tahun 2024 terdapat 461 jamaah haji Indonesia yang
meninggal di Tanah Suci, dimana 370 diantaranya adalah jamaah dengan risiko
tinggi (risti). Jamaah daftar tunggu haji reguler Indonesia berjumlah 4.179.092
dengan kuota keberangkatan rata-rata 200.000 jamaah per tahun. Mayoritas
pendaftar haji berada dalam rentang usia produktif, yaitu antara 25 hingga 40
tahun. Namun, masa tunggu haji yang lama menyebabkan jamaah haji akan
menjalankan ibadah haji saat usia lansia. Seiring dengan bertambahnya usia,
akan terjadi penurunan fungsi tubuh yang dapat mengganggu pelaksaan ibadah
haji. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat perilaku berisiko bagi
kesehatan, seperti merokok, makanan berkolesterol, konsumsi alkohol, dan
kurangnya aktivitas fisik dengan prevalensi tertentu, yang dapat mengganggu
kesehatan persipan haji. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki
masa tunggu selama 34 tahun. Dalam rangka meningkatkan kesadaran
pentingnya perilaku preventif kesehatan pada jamaah daftar tunggu haji,
penelitian mengenai perilaku preventif kesehatan jamaah daftar daftar tunggu
haji usia produktif di Kabupaten Sleman DIY perlu dilakukan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perilaku dan faktor yang melatarbelakangi
perilaku preventif kesehatan jamaah daftar tunggu haji usia produktif di
Kabupaten sleman DIY.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan
studi kasus. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling
dengan maximum variation. Metode pengumpulan data dengan wawancara
mendalam semi struktur. Wawancara dilakukan pada jamaah daftar tunggu haji
usia produktif di Kabupaten Sleman DIY.
Hasil: Pada penelitian ini didapatkan perilaku preventif kesahatan yang
dilakukan jamaah daftar tunggu haji berupa olahraga, pengaturan pola makan,
menjaga istirahat, perilaku cegah penyakit menular, dan upaya lain. Terdapat
juga narasumber yang masih memilki perilaku berisiko yaitu merokok. Faktor
yang melatarbelakangi perilaku preventif adanya riwayat penyakit keluarga,
kepemilikan komorbid, dan manfaat yang dirasakan.
Simpulan: Jamaah daftar tunggu haji usia produktif di kabupaten sleman DIY
telah menerapkan perilaku preventif dengan bentuk bervariatif. Faktor yang
melatarbelakangi perilaku preventif kesehatan berupa persepsi kerentanan,
keparahan, dan manfaat.
Collections
- Medical Education [2958]
