Show simple item record

dc.contributor.authorHidayat, Fauziah Nadrotun Nisa
dc.date.accessioned2025-03-17T04:13:41Z
dc.date.available2025-03-17T04:13:41Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55208
dc.description.abstractPerceraian seringkali menjadi pilihan terakhir terhadap permasalahan hidup yang dialami oleh pasangan dan tak dapat dipungkiri bahwa perceraian ini memberikan dampak negatif bagi anak. Salah satu dampak dari perceraian adalah rendahnya kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dari pemaafan sebagai moderator hubungan antara penerimaan diri dan kontrol diri pada remaja yang memiliki orang tua bercerai. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis pengambilan quota sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur kontrol diri, pemaafan diukur menggunakan Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM 18), dan Berger’s Self-Acceptance untuk mengukur penerimaan diri. Subjek penelitian terdiri dari remaja yang memiliki orang tua bercerai dan berdomisili di Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi moderasi dengan bantuan aplikasi JAMOVI versi 2.3.18. Hasil penelitian terhadap 215 remaja dengan orang tua bercerai menunjukkan bahwa pemaafan memiliki efek negatif sebagai moderator antara penerimaan diri dan kontrol diri pada remaja yang memiliki orang tua bercerai. Artinya, pemaafan memperlemah hubungan antara penerimaan diri dan kontrol diri.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenerimaan Dirien_US
dc.subjectKontrol Dirien_US
dc.subjectPemaafanen_US
dc.titlePemaafan Sebagai Moderator Antara Penerimaan Diri dan Kontrol Diri Pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Berceraien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22915055


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record