Pemaafan Sebagai Moderator Antara Penerimaan Diri dan Kontrol Diri Pada Remaja yang Memiliki Orang Tua Bercerai
Abstract
Perceraian seringkali menjadi pilihan terakhir terhadap permasalahan hidup yang dialami oleh pasangan
dan tak dapat dipungkiri bahwa perceraian ini memberikan dampak negatif bagi anak. Salah satu dampak
dari perceraian adalah rendahnya kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dari
pemaafan sebagai moderator hubungan antara penerimaan diri dan kontrol diri pada remaja yang
memiliki orang tua bercerai. Pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik non probability
sampling dengan jenis pengambilan quota sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Brief Self-Control Scale (BSCS) untuk mengukur kontrol diri, pemaafan diukur menggunakan
Transgression-Related Interpersonal Motivation (TRIM 18), dan Berger’s Self-Acceptance untuk mengukur
penerimaan diri. Subjek penelitian terdiri dari remaja yang memiliki orang tua bercerai dan berdomisili di
Yogyakarta. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi moderasi dengan bantuan aplikasi
JAMOVI versi 2.3.18. Hasil penelitian terhadap 215 remaja dengan orang tua bercerai menunjukkan
bahwa pemaafan memiliki efek negatif sebagai moderator antara penerimaan diri dan kontrol diri pada
remaja yang memiliki orang tua bercerai. Artinya, pemaafan memperlemah hubungan antara penerimaan
diri dan kontrol diri.
Collections
- Master of Psychology [494]
