Show simple item record

dc.contributor.authorSetiawan, Fajar
dc.date.accessioned2025-03-13T03:55:31Z
dc.date.available2025-03-13T03:55:31Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55161
dc.description.abstractFraud dalam organisasi merupakan tindakan kecurangan yang dapat merugikan insitutusi secara finansial maupun reputasi. Pencegahan fraud tidak hanya bergantung pada sistem pengawasan internal yang kuat, tetapi juga memerlukan peran aktif dari seluruh pegawai. Artikel ini mengkaji peran pegawai dalam mencegah tindakan fraud melalui penerapan etika kerja, kesadaran anti-fraud, dan partisipasi dalam sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing). Selain itu, pelatihan yang efektif dan komunikasi yang transparan berkontribusi dalam menciptakan budaya organisasi yang bersih dan akuntabel. Metode dalam penelitian ini menggunakan naratif review dengan mengkaji sepuluh penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran penting seorang pegawai dalam mencegah penipuan yang dikenal sebagai integritas. Untuk menghasilkan hasil yang menguntungkan bagi organisasi atau institusi, tugas pegawai di divisi pencegahan penipuan akan diimbangi dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Pegawai harus dioptimalkan dengan pengawasan yang tepat. Sangat menarik bahwa religiusitas dan kecintaan terhadap uang memiliki dampak dengan menghindari penipuan. Diharapkan pencegahan Fraud ini dapat menjadi sebuah budaya atau kebiasaan di setiap hari.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPeran Pegawaien_US
dc.subjectPencegahanen_US
dc.subjectFrauden_US
dc.titleDampak Penegakan Hukum Kasus Fraud pada Institusi Pendidikan di DIY (Sebuah Study Kasus)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20919045


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record