Show simple item record

dc.contributor.authorWafda, A
dc.date.accessioned2025-03-13T02:52:13Z
dc.date.available2025-03-13T02:52:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55157
dc.description.abstractPerubahan kurikulum kembali terjadi dengan hadirnya Kurikulum Merdeka yang bertujuan mengatasi learning loss di dunia pendidikan. Implementasi kurikulum ini memicu berbagai respon, dukungan berupa kebebasan bagi guru untuk berinovasi, fokus pada materi esensial, pembelajaran bervariasi, dan mengembangkan kreativitas siswa. Namun, kritik juga muncul terkait banyaknya pendidik yang belum memahami konsep Kurikulum baru, kekhawatiran orang tua, dan beban proyek yang mengurangi waktu istirahat siswa. Analisis terhadap respons ini penting untuk memberikan masukan dan meningkatkan kebijakan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap Kurikulum Merdeka dengan menerapkan Aspect Based Sentiment Analysis (ABSA). Data dikumpulkan dari platform X (dulu Twitter) menggunakan tools Tweet Harvest selama periode 1 Januari-31 Desember 2024, dengan keyword yang spesifik dan relevan terkait masing-masing aspek Kurikulum Merdeka yaitu Modul Ajar, Rapor Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar (PMM), dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Data yang terkumpul kemudian dilakukan pra-processing, filtering, refinement hingga pelabelan data. Total dataset yang valid terdiri dari 22.780 tweet, dengan 14.313 tweet digunakan dalam pemodelan, dengan distribusi seimbang untuk setiap aspek dan kategori sentimen. Selanjutnya, model ABSA dibangun menggunakan IndoBERT dengan fine-tuning dan dievaluasi menggunakan data latih, validasi, dan uji dengan rasio 80:10:10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasifikasi aspek mencapai nilai presisi, recall, skor F1 dan akurasi sebesar 99%. Sedangkan model klasifikasi sentimen mencapai nilai presisi, recall, skor F1 dan akurasi sebesar 86%. Pendekatan ABSA berhasil menghubungkan sentimen tertentu dengan aspek-aspek spesifik. Analisis mengungkapkan bahwa sentimen negatif mendominasi pada aspek P5 dan PMM, yang mencerminkan kritik terkait beban kerja, kendala teknis, dan tantangan implementasi. Sebaliknya, Modul Ajar dan Rapor Pendidikan menunjukkan distribusi sentimen yang lebih seimbang. Model ABSA yang dikembangkan diharapkan dapat dipakai untuk melakukan monitoring dan memberikan gambaran umpan balik untuk pengembangan kebijakan ke depan, khususnya pada konteks Kurikulum Merdeka.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAspect-Based Sentiment Analysisen_US
dc.subjectBERTen_US
dc.subjectIndoBERTen_US
dc.subjectKurikulum Merdekaen_US
dc.subjectPlatform Xen_US
dc.titleAspect-Based Sentiment Analysis terhadap Cuitan Platform X tentang Kurikulum Merdeka Menggunakan IndoBERTen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22917022


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record