Show simple item record

dc.contributor.authorJannah, Baiq Raudatul
dc.date.accessioned2025-03-07T02:36:21Z
dc.date.available2025-03-07T02:36:21Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55093
dc.description.abstractPolusi udara adalah masalah lingkungan yang dihadapi oleh setiap orang. Berkembangnya ilmu pengetahuan membuat kejadian polusi baru (emerging pollutan) mendapatkan perhatian untuk diteliti lebih lanjut, salah satunya tentang polutan Mikroplastik (MP). Penelitian tentang mikroplastik sudah banyak dilakukan didunia, namun sayangnya masih kurang di Indonesia. Keberadaan mikroplastik di udara sering disamakan dengan PM2,5 di udara dan keduanya memiliki kemungkinan untuk masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia. Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat budaya, pendidikan dan wisata di Jawa dan Indonesia memiliki penduduk tetap dan pendatang serta wisatawan yang tinggi sepanjang tahun, hal ini menimbulkan perubahan kualitas udara khususnya dari kegiatan transportasinya. Penelitian ini menginvestigasi sebaran PM2,5 di 3 kawasan (Terminal, Ringroad dan Wisata), serta menginvestigasi keberadaan mikroplastik di dalam PM2,5 dan debu jalan untuk melihat kemungkinan transfer mikroplastik antar media lingkungan. Selain itu dilakukan analisis korelasi Spearman antara PM2,5, mikroplastik di udara, mikroplastik di debu jalan dan kondisi cuaca lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel PM2,5 menggunakan pedoman SNI 7119- 14-2016 untuk udara ambien, dengan pendekatan active sampling menggunakan HVAS selama 24 jam, laju alir yang digunakan sebesar 1,2 m3 /menit dengan ketinggian filter sekitar 1,2 m. Pengambilan sampel debu jalan menggunakan sapu dan wadah non plastik untuk mendapatkan 30 gram sampel debu. Analisis sampel di laboratorium menggunakan H2O2 30% untuk menghilangkan bahan organik dan garam KI dan NaCL untuk ekstraksi mikroplastik dari larutan dengan metode pemisahan berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM2,5 tertinggi di kawasan Wisata, lalu Terminal dan terendah di Ringroad. Kelimpahan mikroplastik di udara tertinggi berada di kawasan Terminal, lalu Wisata dan terendah di Ringroad sedangkan kelimpahan mikroplastik di debu jalan berdasarkan kawasan memiliki hasil yang sama dengan PM2,5. Karakteristik utama dari mikroplatik yang ditemukan yaitu bentuk fragmen dengan warna hitam. Hasil korelasi menunjukan PM2,5 dan mikroplastik di udara memiliki korelasi negatif dengan tekanan udara; mikroplastik di udara berkorelasi positif dengan kelembapan udara; dan mikroplastik di debu jalan berkorelasi positif dengan temperatur. Analisis risiko juga dilakukan untuk debu terhirup di udara, dan didapatkan hasil risiko yang sangat rendah (RQ<1) bagi manusia untuk PM2,5. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menambah data dan memahami sumber dan transportasi dari MP di Yogyakarta dan Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDebu Jalanen_US
dc.subjectMikroplastik Udaraen_US
dc.subjectPajanan Kontaminanen_US
dc.subjectPM2,5en_US
dc.titleDistribusi Mikroplastik di PM2,5 dan Debu Jalan Serta Estimasi Intake PM2,5 dan Mikroplastik di Area Jalan Utama Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22927004


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record