• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Dissertations
    • Doctor of Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Interpretasi Produk Pembiayaan PT. BPR Syariah Dinar Ashri NTB Berbasis Fikih Muamalah

    Thumbnail
    View/Open
    21933006.pdf (4.494Mb)
    Date
    2025
    Author
    Mansyur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini menelisik implementasi produk pembiayaan PT. BPR Syariah Dinar Ashri NTB perspektif fikih muamalah dalam rangka memberikan pandangan teoritis terhadap produk pembiayaannya. Penelitian ini berangkat dari atensi masyarakat terhadap implementasi produk yang diasumsikan tidak sesuai dengan label syariah perbankan syariah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun sample dan fokus penelitian pada produk pembiayaan PT. BPR syariah Dinar Ashri NTB sebagai salah satu lembaga keuangan syariah yang merupakan mitra kerja Otorotas Jasa Keuangan (OJK) dan mitra kerja dewan syariah nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Metode penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara pihak terkait seperti stakeholder, Dewan Pengawas Syariah (DPS) serta nasabah produk pembiayaan. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dan analisis dokumen kontrak produk pembiayaan lokasi penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa produk pembiayaan PT. BPR syariah Dinar Ashri NTB menggunakan dua jenis kontrak atau akad pada produk pembiayaannya: Pertama, menggunakan akad murabahah, dan Kedua, menggunakan akad musyarakah mutanakisah (MMQ). Masing-masing akad, menggunakan hybrid akad, contohnya pada akad murabahah menggunakan akad murabahah dan akad wakalah secara terpisah. Pada akad musyarakah mutanakisah, ia menggunakan akad musyarakah, akad ijarah dan akad bai’. Dalam implementasi nilai fikih muamalah, para pihak perlu meningkatkan nilai tanggung jawab, nilai keadilan, transfaransi dan nilai kemaslahatan baik itu pada proses akad maupun implementasinya sehingga nampak jelas pembeda antara bank syariah dengan bank konvensional serta lebih maslahat bagi pembangunan ekonomi umat.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/55052
    Collections
    • Doctor of Islamic Law [51]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV