Show simple item record

dc.contributor.authorAprillian, Afif Ahmad
dc.contributor.authorMahendra, Kresna Mulya
dc.date.accessioned2025-03-04T05:23:04Z
dc.date.available2025-03-04T05:23:04Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55034
dc.description.abstractTransportasi di Indonesia telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi dan globalisasi, namun juga membawa dampak negatif seperti meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Data Korlantas Polri hingga 9 Februari 2023 menunjukkan terdapat153.400.392 unit kendaraan bermotor di Indonesia, dengan mayoritas adalah sepeda motor dan mobil pribadi. WHO mencatat sekitar 1,35 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, di mana kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor utama. Di Amerika Serikat, 16,5% kecelakaan fatal dan 12,5% kecelakaan yang menyebabkan luka-luka disebabkan oleh kelelahan pengemudi. Beberapa faktor penyebab kecelakaan di Indonesia meliputi sarana, prasarana, dan SDM, dengan 80% kecelakaan disebabkan oleh kelelahan. Tindakan non-invasif berbasis kendaraan telah dikembangkan untuk memantau kantuk pengemudi, namun metode ini dianggap kurang andal. Alternatifnya, pengukuran perilaku pengemudi melalui analisis ekspresi wajah menggunakan kamera video lebih efektif dan andal. Penelitian selanjutnya akan mengembangkan sistem pemantau pengemudi untuk mendeteksi kelelahan secara real-time, yang memberikan peringatan berupa bunyi atau alarm.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleDeteksi Kelelahan Pengemudien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20524176
dc.Identifier.NIM20524102


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record