| dc.description.abstract | Kawasan pesisir merupakan suatu wilayah peralihan antara ekosistem laut dan
darat dengan potensi pemanfaatan sumber daya alam yang besar untuk pendukung
dari pembangunan. Namun besarnya potensi tersebut cenderung memicu aktivitas
eksploitasi yang dapat berdampak negatif bagi ekosistem pesisir. Salah satu yang
terdampak adalah ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove sangat rentan
mengalami kerusakan karena menerima beban yang sangat besar seperti alih fungsi
lahan, erosi, gangguan terhadap keseimbangan unsur hara, dan masuknya unsur
pencemar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi
kandungan nutrisi (P dan K ) dan logam berat (Fe dan Cu) pada sedimen mangrove.
Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan Spektrofotometri atau
Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Sampel yang diuji berasal dari
Pesisir Selatan Jawa yakni Mangrove Baros (Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
dan Pesisir Utara Jawa yakni Mangrove Morosari (Demak, Jawa Tengah) dan
Kubro (Kota Semarang, Jawa Tengah). Metode purposive sampling dilakukan
untuk menentukan lokasi pengambilan sampel berdasarkan kriteria seperti tambak,
ekowisata, pesisir, muara sungai, dll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar P
memiliki tingkat kesuburan baik-sangat baik dengan Baros (48,04 mg/kg) lebih
tinggi dibandingkan Kubro (20,90 mg/kg) dan Morosari (7,09 mg/kg). Kadar K
ditemukan sangat tinggi di Morosari (6,70x103 mg/kg), Kubro (6,05x103 mg/kg),
dan Baros (4,71x103 mg/kg). Kadar Fe dan Cu masing-masing lokasi memiliki
kadar normal dan tidak membahayakan kehidupan ekologis dengan kadar pada
Kubro (13,02 dan 14,49 mg/kg) dan Morosari (9,29 dan 2,75 mg/kg) lebih tinggi
dibanding Baros (6,69 dan 2,24 mg/kg). | en_US |