• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Nutrisi (P & K) dan Logam Berat (Fe & Cu) Pada Sedimen Mangrove di Kawasan Pesisir Baros, Morosari, dan Kubro

    Thumbnail
    View/Open
    20513271.pdf (3.462Mb)
    Date
    2025
    Author
    Wicaksono, Rendra Zulis
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kawasan pesisir merupakan suatu wilayah peralihan antara ekosistem laut dan darat dengan potensi pemanfaatan sumber daya alam yang besar untuk pendukung dari pembangunan. Namun besarnya potensi tersebut cenderung memicu aktivitas eksploitasi yang dapat berdampak negatif bagi ekosistem pesisir. Salah satu yang terdampak adalah ekosistem mangrove. Ekosistem mangrove sangat rentan mengalami kerusakan karena menerima beban yang sangat besar seperti alih fungsi lahan, erosi, gangguan terhadap keseimbangan unsur hara, dan masuknya unsur pencemar logam berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kandungan nutrisi (P dan K ) dan logam berat (Fe dan Cu) pada sedimen mangrove. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan Spektrofotometri atau Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Sampel yang diuji berasal dari Pesisir Selatan Jawa yakni Mangrove Baros (Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta) dan Pesisir Utara Jawa yakni Mangrove Morosari (Demak, Jawa Tengah) dan Kubro (Kota Semarang, Jawa Tengah). Metode purposive sampling dilakukan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel berdasarkan kriteria seperti tambak, ekowisata, pesisir, muara sungai, dll. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar P memiliki tingkat kesuburan baik-sangat baik dengan Baros (48,04 mg/kg) lebih tinggi dibandingkan Kubro (20,90 mg/kg) dan Morosari (7,09 mg/kg). Kadar K ditemukan sangat tinggi di Morosari (6,70x103 mg/kg), Kubro (6,05x103 mg/kg), dan Baros (4,71x103 mg/kg). Kadar Fe dan Cu masing-masing lokasi memiliki kadar normal dan tidak membahayakan kehidupan ekologis dengan kadar pada Kubro (13,02 dan 14,49 mg/kg) dan Morosari (9,29 dan 2,75 mg/kg) lebih tinggi dibanding Baros (6,69 dan 2,24 mg/kg).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/55024
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV