Show simple item record

dc.contributor.authorZada, Tiara Chalista
dc.date.accessioned2025-03-04T03:22:13Z
dc.date.available2025-03-04T03:22:13Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/55020
dc.description.abstractRepublik Yaman adalah salah satu negara berkembang di kawasan Timur Tengah yang masih berjuang dalam menghadapi krisis pangan yang tak berujung. Yaman juga masuk ke dalam lima besar krisis pangan terburuk di dunia. Sejak awal konflik di tahun 2014 hingga tahun 2022 terdapat lebih dari 17 juta penduduk Yaman yang menghadapi kerawanan pangan pada tingkat krisis atau lebih buruk (IPC Fase 3-5). Krisis pangan di Yaman merupakan dampak tidak langsung dari eskalasi konflik bersenjata. Selain itu, merebaknya wabah COVID-19 dan imbas perang Rusia-Ukraina turut memperburuk perekonomian domestik yang berpotensi meningkatkan kemiskinan. Anak-anak dan perempuan menjadi yang paling rentan menderita malnutrisi. WFP sebagai organisasi internasional telah beroperasi di Yaman sejak tahun 1967 dengan tujuan untuk menghapus kelaparan. WFP berperan dalam mengatasi krisis pangan di Yaman melalui berbagai program bantuan. Untuk membahas isu tersebut, dalam penelitian ini penulis akan menggunakan pendekatan Manajemen dan Normatif dari konsep Implementasi Organisasi Internasional milik Jutta Joachim, Bob Reinalda, dan Bertjan Verbeek.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKonfliken_US
dc.subjectCOVID-19en_US
dc.subjectKrisis Panganen_US
dc.subjectImplementasi Organisasi Internasionalen_US
dc.subjectYamanen_US
dc.subjectWFPen_US
dc.titlePeran World Food Programme dalam mengatasi Krisis Pangan di Yaman Pada Tahun 2020-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323011


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record