| dc.description.abstract | Pasca pandemi COVID-19, teknologi telah berkembang menjadi kebutuhan yang memberikan
dampak signifikan, baik positif maupun negatif. Generasi Z di Indonesia, sebagai pengguna utama
gadget, menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan etika dan perilaku, terutama di era
digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika bisnis Islam dan tasawuf akhlaqi
terhadap niat Muslim dalam penggunaan e-wallet menggunakan pendekatan Unified Theory of
Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT 2). Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari sampel representatif dan
dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Variabel yang dianalisis mencakup
ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonis,
nilai harga, kebiasaan, etika bisnis Islam, dan tasawuf akhlaqi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
motivasi hedonis, nilai harga, dan etika bisnis Islam memiliki pengaruh positif terhadap niat Muslim
gen Z dalam menggunakan e-wallet. Sementara itu, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh
sosial, kondisi yang memfasilitasi, dan kebiasaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Tasawuf
akhlaqi terbukti berpengaruh positif terhadap etika bisnis Islam, tetapi tidak langsung memengaruhi
niat penggunaan e-wallet. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spiritual
melalui tasawuf akhlaqi dan penerapan etika bisnis Islam untuk membentuk perilaku pengguna
teknologi yang bijaksana. Prinsip-prinsip tasawuf juga dapat membantu generasi muda
memanfaatkan teknologi secara produktif, menghindari kecanduan, dan menjaga nilai-nilai etika.
Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam memahami perilaku generasi Z terhadap
penggunaan teknologi, khususnya dalam konteks etika bisnis Islam di era digital. | en_US |