Show simple item record

dc.contributor.authorMuthia, Revina
dc.date.accessioned2025-02-24T03:32:12Z
dc.date.available2025-02-24T03:32:12Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54986
dc.description.abstractAir baku hingga saat ini masih terus dimanfaatkan oleh manusia. Akan tetapi permasalahan terkait air sungai saat ini adalah banyaknya limbah industri tekstil yang berasal dari industri batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu sehingga dibutuhkan pengolahan salah satunya dengan pemanfaatan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) sebagai koagulan alami yang mengandung 25,1% protein dan juga kandungan tanin sebesar 20,2%. Kandungan protein dan zat tanin pada biji-bijian ini dapat membantu proses destabilisasi partikel limbah sehingga pembentukan dan pengendapan flok dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan ukuran partikel terhadap kinerja biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa (Tamarindus Indica) pada pengolahan limbah cair industri batik serta menguji kinerja biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa (Tamarindus Indica) terhadap efektivitas dan efisiensi pengolahan limbah cair industri batik didasarkan pada parameter kekeruhan, pH serta penurunan kadar logam berat Cr dan Pb. Metode jar test digunakan untuk pengujian koagulasi-flokulasi. Didapatkan hasil penurunan kekeruhan sebesar 86,4%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 81% dan 80,6%. Hasil tersebut diperoleh pada dosis dan ukuran partikel optimum yaitu 200 mg/L dan 100 mesh. Selanjutnya hasil tersebut dibandingkan dengan penggunaan koagulan kimia PAC (Poly Aluminium Chloride) yang menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar 90,3%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 7 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 41,3% dan 60,5%. Dan hasil penggunaan koagulan kimia tawas menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar 66,6%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 76,3% dan 35,9%. Hal ini menunjukkan bahwa biokoagulan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) memiliki potensi yang besar sebagai koagulan pengganti koagulan kimia pada pengolahan limbah cair industri batik. Biokoagulan memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, ekonomis dan bahan baku yang mudah diperoleh.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAir Limbahen_US
dc.subjectBiji Asam Jawa (Tamarindus Indica)en_US
dc.subjectBiji Pepaya (Carica Papaya L)en_US
dc.subjectBiokoagulanen_US
dc.subjectKoagulasi Flokulasien_US
dc.titleKombinasi Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) Sebagai Biokoagulan dalam menurunkan Kadar Kekeruhan, Ph, Timbal dan Kromium Pada Air Limbah Tekstilen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21513147


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record