• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Engineering Design Innovation
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kombinasi Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) Sebagai Biokoagulan dalam menurunkan Kadar Kekeruhan, Ph, Timbal dan Kromium Pada Air Limbah Tekstil

    Thumbnail
    View/Open
    21513147.pdf (4.692Mb)
    Date
    2025
    Author
    Muthia, Revina
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Air baku hingga saat ini masih terus dimanfaatkan oleh manusia. Akan tetapi permasalahan terkait air sungai saat ini adalah banyaknya limbah industri tekstil yang berasal dari industri batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu sehingga dibutuhkan pengolahan salah satunya dengan pemanfaatan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) sebagai koagulan alami yang mengandung 25,1% protein dan juga kandungan tanin sebesar 20,2%. Kandungan protein dan zat tanin pada biji-bijian ini dapat membantu proses destabilisasi partikel limbah sehingga pembentukan dan pengendapan flok dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan ukuran partikel terhadap kinerja biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa (Tamarindus Indica) pada pengolahan limbah cair industri batik serta menguji kinerja biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa (Tamarindus Indica) terhadap efektivitas dan efisiensi pengolahan limbah cair industri batik didasarkan pada parameter kekeruhan, pH serta penurunan kadar logam berat Cr dan Pb. Metode jar test digunakan untuk pengujian koagulasi-flokulasi. Didapatkan hasil penurunan kekeruhan sebesar 86,4%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 81% dan 80,6%. Hasil tersebut diperoleh pada dosis dan ukuran partikel optimum yaitu 200 mg/L dan 100 mesh. Selanjutnya hasil tersebut dibandingkan dengan penggunaan koagulan kimia PAC (Poly Aluminium Chloride) yang menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar 90,3%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 7 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 41,3% dan 60,5%. Dan hasil penggunaan koagulan kimia tawas menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar 66,6%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 76,3% dan 35,9%. Hal ini menunjukkan bahwa biokoagulan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) memiliki potensi yang besar sebagai koagulan pengganti koagulan kimia pada pengolahan limbah cair industri batik. Biokoagulan memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan, ekonomis dan bahan baku yang mudah diperoleh.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54986
    Collections
    • Environmental Engineering [1887]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV