Kombinasi Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) Sebagai Biokoagulan dalam menurunkan Kadar Kekeruhan, Ph, Timbal dan Kromium Pada Air Limbah Tekstil
Abstract
Air baku hingga saat ini masih terus dimanfaatkan oleh manusia. Akan tetapi permasalahan
terkait air sungai saat ini adalah banyaknya limbah industri tekstil yang berasal dari industri
batik yang membuang limbahnya langsung ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu sehingga
dibutuhkan pengolahan salah satunya dengan pemanfaatan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan
Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica) sebagai koagulan alami yang mengandung 25,1% protein
dan juga kandungan tanin sebesar 20,2%. Kandungan protein dan zat tanin pada biji-bijian ini
dapat membantu proses destabilisasi partikel limbah sehingga pembentukan dan pengendapan
flok dapat terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan ukuran
partikel terhadap kinerja biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa
(Tamarindus Indica) pada pengolahan limbah cair industri batik serta menguji kinerja
biokoagulan biji pepaya (Carica papaya L) dan biji asam jawa (Tamarindus Indica) terhadap
efektivitas dan efisiensi pengolahan limbah cair industri batik didasarkan pada parameter
kekeruhan, pH serta penurunan kadar logam berat Cr dan Pb. Metode jar test digunakan untuk
pengujian koagulasi-flokulasi. Didapatkan hasil penurunan kekeruhan sebesar 86,4%,
penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr
secara berturut-turut sebesar 81% dan 80,6%. Hasil tersebut diperoleh pada dosis dan ukuran
partikel optimum yaitu 200 mg/L dan 100 mesh. Selanjutnya hasil tersebut dibandingkan
dengan penggunaan koagulan kimia PAC (Poly Aluminium Chloride) yang menghasilkan
penurunan kekeruhan sebesar 90,3%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 7 serta
penurunan kandungan logam berat Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 41,3% dan 60,5%.
Dan hasil penggunaan koagulan kimia tawas menghasilkan penurunan kekeruhan sebesar
66,6%, penurunan derajat keasaman (pH) sebesar 8 serta penurunan kandungan logam berat
Pb dan Cr secara berturut-turut sebesar 76,3% dan 35,9%. Hal ini menunjukkan bahwa
biokoagulan Biji Pepaya (Carica Papaya L) dan Biji Asam Jawa (Tamarindus Indica)
memiliki potensi yang besar sebagai koagulan pengganti koagulan kimia pada pengolahan
limbah cair industri batik. Biokoagulan memiliki berbagai kelebihan yaitu ramah lingkungan,
ekonomis dan bahan baku yang mudah diperoleh.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
