Show simple item record

dc.contributor.authorM, Nadia Laili Nafisa
dc.date.accessioned2025-02-21T06:44:07Z
dc.date.available2025-02-21T06:44:07Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54948
dc.description.abstractLatar Belakang: Empati adalah salah satu aspek penting dalam profesionalisme kedokteran yang menunjang hubungan dokter-pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat empati antara mahasiswa program sarjana dan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Kurikulum FK UII menekankan pada pembelajaran yang mendukung pengembangan empati melalui praktik klinis dan evaluasi berbasis OSCE. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan tingkat empati dan gambaran empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) prodi sarjana dan prodi profesi , untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) prodi sarjana dan prodi profesi Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan desain sequential explanatory. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Interpersonal Reactivity Index (IRI), kuesioner kesehatan mental (SRQ-29), serta FGD. Sampel penelitian terdiri dari 30 mahasiswa prodi sarjana dan 30 mahasiswa prodi profesi FK UII. Data kualitatif dilakukan untuk menganalisis lebih dalam terkait tingkat empati. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Indonesia pada bulan November-Desember 2024. Hasil: Berdasarkan data kuantitatif, Rata-rata skor empati mahasiswa sarjana lebih tinggi (77,47) dibandingkan mahasiswa profesi (72,87) dan sebagian besar mahasiswa berada dalam kategori empati sedang (87% responden). Analisis kualitatif mendukung temuan ini dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat empati, seperti kemampuan komunikasi, perbedaan lingkungan belajar dan tekanan akademis, kondisi emosional, paparan langsung dengan pasien, desain pembelajaran dan kurikulum. Kesimpulan: Mahasiswa prodi sarjana memiliki tingkat empati yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa prodi profesi, namun perbedaan tidak signifikan. Hasil analisis kualitatif berupa mahasiswa prodi sarjana lebih fokus pada tekanan akademis, sedangkan mahasiswa prodi profesi lebih fokus pada tekanan emosional sehingga dapat mempengaruhi empati pada keduanya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEmpatien_US
dc.subjectMahasiswa Kedokteranen_US
dc.subjectPendidikan Sarjanaen_US
dc.subjectPendidikan Profesien_US
dc.subjectMixed Methoden_US
dc.titlePerbedaan Tingkat Empati Antara Mahasiswa Prodi Sarjana dan Prodi Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia : Mixed Method Studyen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711102


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record