Perbedaan Tingkat Empati Antara Mahasiswa Prodi Sarjana dan Prodi Profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia : Mixed Method Study
Abstract
Latar Belakang: Empati adalah salah satu aspek penting dalam profesionalisme
kedokteran yang menunjang hubungan dokter-pasien. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis perbedaan tingkat empati antara mahasiswa program sarjana
dan profesi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII). Kurikulum
FK UII menekankan pada pembelajaran yang mendukung pengembangan empati
melalui praktik klinis dan evaluasi berbasis OSCE.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan tingkat empati dan gambaran empati
mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) prodi
sarjana dan prodi profesi , untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) prodi
sarjana dan prodi profesi
Metode: Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed method) dengan
desain sequential explanatory. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner
Interpersonal Reactivity Index (IRI), kuesioner kesehatan mental (SRQ-29), serta
FGD. Sampel penelitian terdiri dari 30 mahasiswa prodi sarjana dan 30 mahasiswa
prodi profesi FK UII. Data kualitatif dilakukan untuk menganalisis lebih dalam
terkait tingkat empati. Penelitian ini dilakukan di Universitas Islam Indonesia pada
bulan November-Desember 2024.
Hasil: Berdasarkan data kuantitatif, Rata-rata skor empati mahasiswa sarjana
lebih tinggi (77,47) dibandingkan mahasiswa profesi (72,87) dan sebagian besar
mahasiswa berada dalam kategori empati sedang (87% responden). Analisis
kualitatif mendukung temuan ini dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi tingkat empati, seperti kemampuan komunikasi, perbedaan
lingkungan belajar dan tekanan akademis, kondisi emosional, paparan langsung
dengan pasien, desain pembelajaran dan kurikulum.
Kesimpulan: Mahasiswa prodi sarjana memiliki tingkat empati yang lebih tinggi
dibandingkan mahasiswa prodi profesi, namun perbedaan tidak signifikan. Hasil
analisis kualitatif berupa mahasiswa prodi sarjana lebih fokus pada tekanan
akademis, sedangkan mahasiswa prodi profesi lebih fokus pada tekanan
emosional sehingga dapat mempengaruhi empati pada keduanya.
Collections
- Medical Education [2954]
