Show simple item record

dc.contributor.authorNurfatikhah, Nida
dc.date.accessioned2025-02-21T02:51:30Z
dc.date.available2025-02-21T02:51:30Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54934
dc.description.abstractMenganyam merupakan tradisi kriya asli indonesia yang dilakukan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Dalam menganyam membutuhkan keterampilan tangan, ketekunan, dan kepekaan. Dalam kerajinan anyaman bambu diperlukan keratifitas dalam silang menyilang dan susup menyusup antara iratan yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah kerajinan anyaman bambu memiliki fungsi yang berubah mengikuti kebutuhan manusia zaman sekarang. Kerajinan anyaman bambu tidak hanya sebagai alat rumah tangga namun juga menambah nilai seni. Kerajinan Anyaman bambu menjadi tradisi turun temurun di Desa Wisasa Brajan, Sendangagung,Minggir, Sleman, Yogyakarta. Awalnya, produk kerajinan anyaman bambu digunakan untuk keperluan upacara adat. Kemudian, Pada tahun 1991 Desa Brajan mulai berkembang menjadi pusat kerajinan anyaman Bambu. Kerajinan anyaman bambu brajan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Desa Brajan. sekarang Desa brajan sudah menghasilkan 200 jenis produk kerajinan bambu. Kerajinan bambu dari desa wisata Brajan ini sudah menembus pasar ekspor, seperti Amerika, Prancis dan Singapura. Namun, berdasarkan data pengrajin di Desa Brajan terlihat bahwa jumlah pengarajin usia muda hanya 33 pengrajin dan usia tua 72 pengrajin, bahkan tidak sampai setengahnya. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan tradisi kerajinan bambu di masa mendatang. Jika generasi muda tidak lebih banyak terlibat dan berperan aktif dalam kerajinan ini, dikhawatirkan keterampilan dan pengetahuan tradisional yang dimiliki generasi tua akan semakin sulit diwariskan, yang pada akhirnya dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal ini.Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kerajinan anyaman bambu, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun program-program yang dapat menarik minat mereka terhadap kerajinan tradisional tersebut. Akademi Bambu Brajan merupakan sebuah ruang yang befungsi sebagai pelestarian budaya anyaman bambu. Perancangan Akademi Bambu Brajan ini bertujuan untuk menjadi pusat edukasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan budaya anyaman bambu. Pusat ini akan meningkatkan inovasi dan minat pada generasi muda melalui program pelatihan kerajinan bambu yang berkelanjutan, serta kegiatan wisata edukasi yang menarik. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePerancangan Akademi Bambu Brajan di Sleman dengan Pendekatan Eco-cultureen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20512202


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record