Perancangan Akademi Bambu Brajan di Sleman dengan Pendekatan Eco-culture
Abstract
Menganyam merupakan tradisi kriya asli indonesia yang dilakukan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Dalam menganyam
membutuhkan keterampilan tangan, ketekunan, dan kepekaan. Dalam kerajinan anyaman bambu diperlukan keratifitas dalam silang
menyilang dan susup menyusup antara iratan yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah kerajinan anyaman bambu memiliki fungsi
yang berubah mengikuti kebutuhan manusia zaman sekarang. Kerajinan anyaman bambu tidak hanya sebagai alat rumah tangga namun
juga menambah nilai seni.
Kerajinan Anyaman bambu menjadi tradisi turun temurun di Desa Wisasa Brajan, Sendangagung,Minggir, Sleman, Yogyakarta. Awalnya,
produk kerajinan anyaman bambu digunakan untuk keperluan upacara adat. Kemudian, Pada tahun 1991 Desa Brajan mulai berkembang
menjadi pusat kerajinan anyaman Bambu. Kerajinan anyaman bambu brajan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Desa Brajan.
sekarang Desa brajan sudah menghasilkan 200 jenis produk kerajinan bambu. Kerajinan bambu dari desa wisata Brajan ini sudah
menembus pasar ekspor, seperti Amerika, Prancis dan Singapura.
Namun, berdasarkan data pengrajin di Desa Brajan terlihat bahwa jumlah pengarajin usia muda hanya 33 pengrajin dan usia tua 72
pengrajin, bahkan tidak sampai setengahnya. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan tradisi kerajinan bambu di
masa mendatang. Jika generasi muda tidak lebih banyak terlibat dan berperan aktif dalam kerajinan ini, dikhawatirkan keterampilan dan
pengetahuan tradisional yang dimiliki generasi tua akan semakin sulit diwariskan, yang pada akhirnya dapat mengancam
keberlangsungan budaya lokal ini.Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan partisipasi generasi muda
dalam kerajinan anyaman bambu, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun program-program yang dapat menarik minat mereka
terhadap kerajinan tradisional tersebut.
Akademi Bambu Brajan merupakan sebuah ruang yang befungsi sebagai pelestarian budaya anyaman bambu. Perancangan Akademi
Bambu Brajan ini bertujuan untuk menjadi pusat edukasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan budaya anyaman bambu.
Pusat ini akan meningkatkan inovasi dan minat pada generasi muda melalui program pelatihan kerajinan bambu yang berkelanjutan, serta
kegiatan wisata edukasi yang menarik. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan
mengembangkan warisan budaya mereka.
Collections
- Architecture [3993]
