• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Architecture
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Akademi Bambu Brajan di Sleman dengan Pendekatan Eco-culture

    Thumbnail
    View/Open
    20512202.pdf (13.60Mb)
    Date
    2025
    Author
    Nurfatikhah, Nida
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Menganyam merupakan tradisi kriya asli indonesia yang dilakukan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Dalam menganyam membutuhkan keterampilan tangan, ketekunan, dan kepekaan. Dalam kerajinan anyaman bambu diperlukan keratifitas dalam silang menyilang dan susup menyusup antara iratan yang satu dengan yang lainnya. Dalam sejarah kerajinan anyaman bambu memiliki fungsi yang berubah mengikuti kebutuhan manusia zaman sekarang. Kerajinan anyaman bambu tidak hanya sebagai alat rumah tangga namun juga menambah nilai seni. Kerajinan Anyaman bambu menjadi tradisi turun temurun di Desa Wisasa Brajan, Sendangagung,Minggir, Sleman, Yogyakarta. Awalnya, produk kerajinan anyaman bambu digunakan untuk keperluan upacara adat. Kemudian, Pada tahun 1991 Desa Brajan mulai berkembang menjadi pusat kerajinan anyaman Bambu. Kerajinan anyaman bambu brajan menjadi sumber mata pencaharian masyarakat Desa Brajan. sekarang Desa brajan sudah menghasilkan 200 jenis produk kerajinan bambu. Kerajinan bambu dari desa wisata Brajan ini sudah menembus pasar ekspor, seperti Amerika, Prancis dan Singapura. Namun, berdasarkan data pengrajin di Desa Brajan terlihat bahwa jumlah pengarajin usia muda hanya 33 pengrajin dan usia tua 72 pengrajin, bahkan tidak sampai setengahnya. Sehingga, menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan tradisi kerajinan bambu di masa mendatang. Jika generasi muda tidak lebih banyak terlibat dan berperan aktif dalam kerajinan ini, dikhawatirkan keterampilan dan pengetahuan tradisional yang dimiliki generasi tua akan semakin sulit diwariskan, yang pada akhirnya dapat mengancam keberlangsungan budaya lokal ini.Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam kerajinan anyaman bambu, baik melalui pendidikan, pelatihan, maupun program-program yang dapat menarik minat mereka terhadap kerajinan tradisional tersebut. Akademi Bambu Brajan merupakan sebuah ruang yang befungsi sebagai pelestarian budaya anyaman bambu. Perancangan Akademi Bambu Brajan ini bertujuan untuk menjadi pusat edukasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan budaya anyaman bambu. Pusat ini akan meningkatkan inovasi dan minat pada generasi muda melalui program pelatihan kerajinan bambu yang berkelanjutan, serta kegiatan wisata edukasi yang menarik. Dengan demikian, diharapkan dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya mereka.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54934
    Collections
    • Architecture [3993]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV