Show simple item record

dc.contributor.authorKaulika, Ailsa Belva
dc.date.accessioned2025-02-20T08:29:42Z
dc.date.available2025-02-20T08:29:42Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54932
dc.description.abstractLatar Belakang: Tuli sensorineural (SNHL) merupakan kondisi dimana gelombang suara yang ditransmisikan ke telinga dalam tidak dapat diterjemahkan menjadi sinyal saraf untuk diinterpretasikan oleh otak sebagai sensasi suara. Asfiksia dapat menjadi salah satu penyebab Sensorineural hearing loss (SNHL) dengan menyebabkan terjadinya disfungsi sel rambut koklea dan stria vascularis. Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstem Response (ABR) sebagai gold standar dalam skrining gangguan pendengaran pada bayi dapat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan meningkatkan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak. Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article atau original research mengenai asfiksia dan sensorineural hearing loss (SNHL). Artikel berbahasa Inggris dan Indonesia berasal dari beberapa database, yaitu Google Scholar, PubMed, Science Direct, Proquest, Sage Journal, dan Scopus. Pemilihan artikel menggunakan alur PRISMA-ScR, lalu dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil: Dari 8 artikel yang telah ditelaah menjelaskan hubungan antara asfiksia terhadap kejadian tuli sensorineural pada anak dengan berbagai hasil. Terdapat penelitian yang menjelaskan kaitan antara keparahan asfiksia dengan tingkat gangguan pendengaran, kerusakan akibat asfiksia yang bersifat transien, dan pentingnya skrining menggunakan OAE dan ABR. Simpulan: Asfiksia perinatal meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran sensorineural pada anak dengan mekanisme utama melalui hipoksia. Beberapa penelitian menemukan bukti yang menunjukkan hubungan antara asfiksia dan gangguan pendengaran tidak selalu signifikan secara statistik, dan terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kejadian gangguan pendengaran sensorineural pada bayi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleAsfiksia Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss Pada Anak: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711154


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record