• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Asfiksia Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss Pada Anak: A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    21711154.pdf (838.2Kb)
    Date
    2025
    Author
    Kaulika, Ailsa Belva
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Tuli sensorineural (SNHL) merupakan kondisi dimana gelombang suara yang ditransmisikan ke telinga dalam tidak dapat diterjemahkan menjadi sinyal saraf untuk diinterpretasikan oleh otak sebagai sensasi suara. Asfiksia dapat menjadi salah satu penyebab Sensorineural hearing loss (SNHL) dengan menyebabkan terjadinya disfungsi sel rambut koklea dan stria vascularis. Otoacoustic Emissions (OAE) dan Auditory Brainstem Response (ABR) sebagai gold standar dalam skrining gangguan pendengaran pada bayi dapat dilakukan sedini mungkin untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan meningkatkan perkembangan bicara, bahasa, dan kognitif anak. Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article atau original research mengenai asfiksia dan sensorineural hearing loss (SNHL). Artikel berbahasa Inggris dan Indonesia berasal dari beberapa database, yaitu Google Scholar, PubMed, Science Direct, Proquest, Sage Journal, dan Scopus. Pemilihan artikel menggunakan alur PRISMA-ScR, lalu dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil: Dari 8 artikel yang telah ditelaah menjelaskan hubungan antara asfiksia terhadap kejadian tuli sensorineural pada anak dengan berbagai hasil. Terdapat penelitian yang menjelaskan kaitan antara keparahan asfiksia dengan tingkat gangguan pendengaran, kerusakan akibat asfiksia yang bersifat transien, dan pentingnya skrining menggunakan OAE dan ABR. Simpulan: Asfiksia perinatal meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran sensorineural pada anak dengan mekanisme utama melalui hipoksia. Beberapa penelitian menemukan bukti yang menunjukkan hubungan antara asfiksia dan gangguan pendengaran tidak selalu signifikan secara statistik, dan terdapat faktor lain yang lebih berpengaruh terhadap kejadian gangguan pendengaran sensorineural pada bayi.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54932
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV