Show simple item record

dc.contributor.authorAfriza, Claresta Diva
dc.date.accessioned2025-02-20T07:56:20Z
dc.date.available2025-02-20T07:56:20Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54921
dc.description.abstractLatar Belakang : Reinfeksi STH merupakan fenomena ketika seseorang yang telah sembuh dari infeksi sebelumnya kembali terinfeksi. Risiko reinfeksi STH seringkali tinggi karena adanya berbagai faktor yang berkontribusi, seperti kebersihan lingkungan yang rendah, sanitasi yang buruk, dan kesulitan dalam mengakses perawatan kesehatan yang memadai. Kajian tentang faktor risiko ini diperlukan untuk memahami lebih lanjut reinfeksi STH, sehingga peneliti tertarik untuk melakukan scoping review untuk memahami faktor-faktor risiko yang dapat menjadi penyebab reinfeksi STH. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor risiko yang menjadi penyebab terjadinya reinfeksi Soil Transmitted Helminth. Motode Penelitian : Penelitian berdesain studi scoping review dilakukan sesuai dengan protokol PRISMA ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses for Scoping review) yang dikaji secara sistematis menurut kriteria inklusi dan eksklusi. Proses pencarian artikel bersumber dari basis data elektronik berupa PubMed, Portal garuda, ScienceDirect, Google Scholar, dan Proquest menggunakan kata kunci yang diatur menurut kaidah Boolean. Dilakukan penyesuaian kata kunci berdasarkan jenis basis data yang digunakan untuk mendapatkan hasil artikel yang sesuai. Artikel yang telah lolos seleksi diekstraksi dan disintesis pada masing-masing item data untuk ditelaah lebih lanjut. Hasil : dari 7 artikel yang ditinjau dari peneletian ini ditemukan bahwa faktor risiko reinfeksi STH dipengaruhi oleh kepadatan rumah tangga, indeks kekayaan, pendidikan ibu, status gizi anak, pekerjaan ayah sebagai pedangang, tidak menggunakan toilet, makan makanan mentah, jenis kelamin perempuan, kurangnya sanitasi, tanah terbuka di sekitar rumah, penyimpanan air di rumah, sampah di halaman, area ditutupi tanaman 5 meter dari rumah, tidak mencuci tangan dengan sabun, tidak memotong kuku secara rutin, anak-anak tinggal di pedesaan, dan berjalan tanpa alas kaki (P < 0.05). Kesimpulan : Faktor risiko reinfeksi STH dipengaruhi oleh perilaku, sanitasi lingkungan, sosioekonomi, serta akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi. Sehingga pengobatan saja tidak cukup jika tidak diubah perilaku lingkungan dan kebiasaan hidup masyarakat. Tanpa adanya perubahan dalam kebiasaan seperti mencuci tangan, penggunaan alas kaki, dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya sanitasi yang baik, reinfeksi STH akan terus terjadi meskipun sudah dilakukan pengobatan secara rutin.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleFaktor Risiko Penyebab Reinfeksi Soil Transmitted Helminth (STH): A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711067


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record