Faktor Risiko Penyebab Reinfeksi Soil Transmitted Helminth (STH): A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Reinfeksi STH merupakan fenomena ketika seseorang yang
telah sembuh dari infeksi sebelumnya kembali terinfeksi. Risiko reinfeksi STH
seringkali tinggi karena adanya berbagai faktor yang berkontribusi, seperti
kebersihan lingkungan yang rendah, sanitasi yang buruk, dan kesulitan dalam
mengakses perawatan kesehatan yang memadai. Kajian tentang faktor risiko ini
diperlukan untuk memahami lebih lanjut reinfeksi STH, sehingga peneliti tertarik
untuk melakukan scoping review untuk memahami faktor-faktor risiko yang dapat
menjadi penyebab reinfeksi STH.
Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor risiko yang menjadi penyebab
terjadinya reinfeksi Soil Transmitted Helminth.
Motode Penelitian : Penelitian berdesain studi scoping review dilakukan sesuai
dengan protokol PRISMA ScR (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews
and Meta-analyses for Scoping review) yang dikaji secara sistematis menurut
kriteria inklusi dan eksklusi. Proses pencarian artikel bersumber dari basis data
elektronik berupa PubMed, Portal garuda, ScienceDirect, Google Scholar, dan
Proquest menggunakan kata kunci yang diatur menurut kaidah Boolean. Dilakukan
penyesuaian kata kunci berdasarkan jenis basis data yang digunakan untuk
mendapatkan hasil artikel yang sesuai. Artikel yang telah lolos seleksi diekstraksi
dan disintesis pada masing-masing item data untuk ditelaah lebih lanjut.
Hasil : dari 7 artikel yang ditinjau dari peneletian ini ditemukan bahwa faktor risiko
reinfeksi STH dipengaruhi oleh kepadatan rumah tangga, indeks kekayaan,
pendidikan ibu, status gizi anak, pekerjaan ayah sebagai pedangang, tidak
menggunakan toilet, makan makanan mentah, jenis kelamin perempuan,
kurangnya sanitasi, tanah terbuka di sekitar rumah, penyimpanan air di rumah,
sampah di halaman, area ditutupi tanaman 5 meter dari rumah, tidak mencuci
tangan dengan sabun, tidak memotong kuku secara rutin, anak-anak tinggal di
pedesaan, dan berjalan tanpa alas kaki (P < 0.05).
Kesimpulan : Faktor risiko reinfeksi STH dipengaruhi oleh perilaku, sanitasi
lingkungan, sosioekonomi, serta akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi.
Sehingga pengobatan saja tidak cukup jika tidak diubah perilaku lingkungan dan
kebiasaan hidup masyarakat. Tanpa adanya perubahan dalam kebiasaan seperti
mencuci tangan, penggunaan alas kaki, dan peningkatan kesadaran terhadap
pentingnya sanitasi yang baik, reinfeksi STH akan terus terjadi meskipun sudah
dilakukan pengobatan secara rutin.
Collections
- Medical Education [2954]
