| dc.description.abstract | Dalam rangka mengatasi dan mengurangi tingkat backlog yang cukup tinggi di Surakarta, Pemerintah
Surakarta bersama Disperkimtan membuat rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa
(Rusunawa) di Surakarta yang akan dibangun di daerah Jebres, hal tersebut tertera dalam RPJMD Surakarta
2021-2026. Disisi lain, tingginya peminat dan kebutuhan atas hunian murah terkhusus Rusunawa juga
sangat tinggi, namun tidak diimbangi atas ketersediannya. Bahkan Jumlah antrean atas Rusunawa
menembus angka 998 antrean, terhitung sejak tahun 2017 hingga sekarang. Meskipun Rusunawa di
Surakarta tinggi akan peminat, akan tetapi hal tersebut hanya didasari akan kebutuhan akan hunian yang
terjangkau, karena dalam realitanya sendiri Rusun di Surakarta memiliki banyak permasalahan seperti
fasilitas yang kurang memadai, tidak adanya ruang komunal sebagai ruang interaksi sosial yang baik,
kesan akan kumuh dan gersang, tidak cocoknya rusun dengan kebutuhan Masyarakat Berpenghasilan
Rendah (MBR), yang diindikasikan berdasarkan banyaknya terjadi perubahan ruang secara ilegal karena
kebutuhan akan usaha kegiatan dan jual beli. Dengan pertimbangan tersebut, dibuatlah rancangan
Rusunawa yang diharapkan dapat menjawab persoalan yang terjadi dengan menekankan pada aspek
interaksi sosial dan kegiatan ekonomi dengan pendekatan Placemaking yang berfokus pada 4 aspek yaitu
Access & Linkage, Uses & Activities, Sociability, Comfort & image. Keempat aspek tersebut diintegrasikan
dengan karakteristik MBR, yang memiliki kaitan erat akan interaksi sosial dan kecenderungan menjadkan
rumah sebagai ruang usaha dan berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Metode
perancangannya menggunakan Pattern-Based Framework (Plowright, 2014). Metode perancangan ini
berfokus kepada pengamatan pola ruang beberapa preseden dengan tipologi bangunan serupa untuk
menghasilkan suatu rancangan baru. Selain itu, metode uji desainnya dilakukan dengan ceklis berdasarkan
SNI dan variabel Placemaking. Preseden yang diambil yaitu Kampung susun Produktif Tumbuh Cakung,
Kampung Susun Akuarium, Apartemen Rakyat Cingised Bandung. Untuk menentukan konsep rancangan
dilakukan analisa terkait pola kegitan, kebutuhan & program ruang, Konteks tapak & tata ruang, serta tema
perancangan yaitu Placemaking. Hasil rancangan Rusunawa ini terdiri dari 2 blok bangunan, blok A
berfungsi sebagai area hunian tipe Usaha dan blok B untuk hunian tipe difabel dan non usaha. Bangunan
Blok A terdiri dari 7 lantai yaitu semi basement sebagai ruang parkir, lantai dasar sebagai area komersil dan
fasilitas umum, lantai 2-6 untuk area hunian dan rooftop untuk area urban faming. Sedangkan untuk blok B
terdiri dari 6 lantai dengan konfigurasi lantai dasar sebagai area pengolahan sampah dan hunian tipe
difabel, lantai 2-6 untuk hunian non usaha dan rooftop sebagai area urban farming. | en_US |