| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak-hak Abdi Dalem perempuan
sebagai pekerja dalam struktur sosial Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat melalui
perspektif hukum Islam, dengan fokus pada keselarasan hak-hak tersebut dengan
prinsip-prinsip kesejahteraan dan keadilan dalam Islam. Penelitian ini
menggunakan metode lapangan (field research) dengan wawancara mendalam
sebagai teknik utama pengumpulan data, yang kemudian diverifikasi menggunakan
metode triangulasi. Triangulasi dilakukan dengan mewawancarai lebih dari satu
Abdi Dalem yang memiliki pangkat, peran, dan gender yang berbeda untuk
memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur sosial
karaton memiliki sistem hierarkis yang terdefinisi dengan jelas, di mana Abdi
Dalem memegang peran sentral dalam pengelolaan fungsi pemerintahan di berbagai
kawedanan. Meskipun sering kali menduduki posisi yang lebih rendah
dibandingkan Abdi Dalem laki-laki, Abdi Dalem perempuan berperan signifikan
dalam pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan. Hak-hak yang diterima oleh
Abdi Dalem perempuan meliputi jaminan kesehatan, kesempatan kenaikan pangkat,
perlindungan hak-hak reproduksi, serta tunjangan dari Ngarso Dalem berupa
penghasilan bulanan dan rapelan yang diberikan setiap empat bulan sekali. Namun,
jumlah nominal penghasilan yang diterima setiap bulannya berada di bawah standar
upah minimum regional. Kendati demikian, para Abdi Dalem perempuan menerima
hal tersebut dengan keikhlasan, karena nilai spiritual, keberkahan, dan ketenangan
jiwa yang mereka peroleh dianggap lebih bermakna dibandingkan aspek materi.
Temuan ini menunjukkan bahwa praktik di Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat
sejalan dengan prinsip-prinsip hukum Islam, di mana kesejahteraan, keadilan, dan
harmoni sosial tetap menjadi prioritas utama. | en_US |