Pengaruh Kualitas Pelayanan BMT Sunan Pandanaran Terhadap Kepuasan Santriwati Pondok dengan Model Carter
Abstract
BMT Sunan Pandanaran merupakan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS)
yang berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman,
Yogyakarta. Berdirinya BMT di pesantren Sunan Pandanaran memiliki peran
penting yang sangat mendukung sistem perekonomian pada santri. Santri
melakukan transaksi bahkan diwajibkan untuk membuka rekening tabungan pada
BMT Pandanaran, dengan tujuan untuk memudahkan santri dan wali santri dalam
penyimpanan uang saku dan pembayaran sekolah, serta memberikan pembinaan
agar santri terampil dalam mengatur keuangannya sendiri. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan BMT dengan model CARTER
dengan kepuasan nasabah yang segmen utamanya adalah santriwati. Lokasi
penelitian adalah BMT Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Data diambil dari
santriwati pada Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Sunan Pandanaran
Yogyakarta, dalam bentuk data primer menggunakan kuesioner. Teknik
pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel berjumlah 168
responden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis
PLS – SEM dengan alat analisis Smart PLS 4.0. Hasil dari penelitian menunjukkan
bahwa kualitas pelayanan dimensi assurance (T-statistik = 2,019), empathy (T-
statistik = 2,627), dan responsiveness (T-statistik = 3,556) memiliki pengaruh
positif signifikan terhadap kepuasan nasabah. Namun sebaliknya pada dimensi
compliance (T-statistik = 1,305), reliability (T-statistik = 1,258), dan tangible (T-
statistik = 0,483) memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap
kepuasan nasabah. Variabel yang paling berpengaruh adalah Responsiveness (T-
statistik = 3,556). R-square variabel kepuasan nasabah adalah sebesar 0,767.
Menunjukkan bahwa 76,7% variasi kepuasan nasabah dapat dijelaskan oleh
kualitas pelayanan, sedangkan sebesar 23,3% dijelaskan oleh faktor lain.
Collections
- Islamic Economics [1180]
