Show simple item record

dc.contributor.authorVatin, Kayyis
dc.date.accessioned2025-02-19T04:10:56Z
dc.date.available2025-02-19T04:10:56Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54856
dc.description.abstractIndeks Pembangunan Manusia ditetapkan sebagai salah satu ukuran utama yang dicantumkan dalam pola dasar pembangunan daerah. Indeks Pembangunan Manusia yang merupakan tolak ukur pembangunan suatu daerah idealnya berkorelasi negatif terhadap kondisi kemiskinan. Historis kemiskinan dapat mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia saat ini berdasarkan unsur kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi kedua di Indonesia, namun merupakan provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Jawa dalam beberapa tahun terakhir. Metode Almon dapat menganalisis pengaruh kemiskinan terhadap Indeks Pembangunan Manusia dengan memperhitungkan efek lag terdistribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persentase penduduk miskin terhadap Indeks Pembangunan Manusia selama dua puluh tujuh tahun terakhir. Berdasarkan analisis, model terbaik adalah menggunakan panjang lag tiga dan derajat polinomial dua. Model tersebut memiliki MAPE sebesar 0,73% yang artinya model Almon yang digunakan dapat melakukan prediksi dengan baik.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAlmonen_US
dc.subjectDaerah Istimewa Yogyakartaen_US
dc.subjectIPMen_US
dc.subjectPersentase Penduduk Miskinen_US
dc.titlePemodelan Regresi Almon untuk menganalisis Pengaruh Persentase Penduduk Miskin Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (Studi Kasus: IPM di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 1996 – 2022)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20611172


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record