Hubungan Gangguan Kognitif dengan Faktor Sosiodemografik Pada Penduduk di Kabupaten Magelang Menggunakan Montreal Cognitive Assessment (MOCA)
Abstract
Latar Belakang: Fungsi kognitif seseorang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor
sosiodemografik yang berperan dalam munculnya gangguan kognitif. Instrumen
Montreal Cognitive Assessment (MoCA) digunakan untuk mendeteksi dan menilai
gangguan kognitif secara komprehensif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor sosiodemografik yang berhubungan
dengan gangguan kognitif dan komponen MoCA-Ina pada penduduk di Kabupaten
Magelang.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik
dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah warga Kecamatan Pakis
dan Mertoyudan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, yang memenuhi kriteria
inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah MoCA-Ina.
Analisis dalam penelitian ini meliputi, analisis bivariat dengan uji chi-square, uji
normalitas residu, uji korelasi pearson dan spearman, regresi linier, serta ANOVA.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa gangguan kognitif memiliki hubungan
signifikan dengan pendidikan terakhir dan pekerjaan (p=0.00). Faktor
sosiodemografik memiliki hubungan signifikan dengan masing-masing komponen
MoCA-Ina, yaitu lokasi dengan skor akhir MoCA, visuospasial/eksekutif,
penamaan, bahasa, abstraksi, delayed recall, dan orientasi (p<0.05). Usia memiliki
hubungan dengan skor akhir MoCA, visuospasial, abstraksi, dan delayed recall
(p<0.05). Jenis kelamin dan merokok hanya berhubungan dengan komponen
penamaan (p<0.05). Pendidikan terakhir berhubungan dengan skor MoCA,
visuospasial/eksekutif, atensi, penamaan, bahasa, abstraksi, delayed recall, dan
orientasi (p<0.05). Pekerjaan berhubungan dengan skor MoCA,
visuospasial/eksekutif, penamaan, abstraksi, delayed recall, dan orientasi (p<0.05)
dengan pekerjaan petani memiliki nilai yang lebih rendah pada komponen
tersebut, serta lama bekerja (tahun) berhubungan dengan skor MoCA,
visuospasial, abstraksi, delayed recall, dan orientasi (p<0.05). Hanya faktor
sosiodemografik durasi bekerja (jam) yang tidak berhubungan dengan skor MoCA
dan komponennya.
Kesimpulan: Pendidikan terakhir dan pekerjaan memiliki hubungan dengan
gangguan kognitif, sementara seluruh komponen MoCA-Ina berhubungan dengan
pendidikan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dapat
mempengaruhi fungsi kognitif secara signifikan. Selain itu, pekerjaan juga
berperan dalam gangguan kognitif, di mana petani menunjukkan skor yang lebih
rendah pada komponen-komponen yang berhubungan.
Collections
- Medical Education [2954]
