Show simple item record

dc.contributor.authorPratiwi, Esti Suciningtias
dc.date.accessioned2025-02-18T06:27:37Z
dc.date.available2025-02-18T06:27:37Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54843
dc.description.abstractPerbankan syariah di Indonesia terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis syariah. Namun, bank syariah menghadapi tantangan yang lebih besar dibandingkan bank konvensional, terutama dalam hal pengelolaan risiko. Risiko utama yang dihadapi mencakup risiko kredit, risiko likuiditas, dan risiko pasar, yang dapat memengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan keuangan bank syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profil risiko terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia, dengan mempertimbangkan beberapa indikator utama, yaitu Non-Performing Financing (NPF), Financing to Deposit Ratio (FDR), pembiayaan bagi hasil (PBH), pembiayaan jual beli (PJB), aset, dan market share terhadap Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan data panel untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel penelitian, yang terdiri dari 7 Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2013–2022. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan tahunan bank dan publikasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan tiga model, yaitu Common Effect Model, Fixed Effect Model, dan Random Effect Model, yang diuji melalui Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik yang sesuai dengan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko kredit (NPF) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah, yang berarti semakin tinggi rasio NPF, semakin rendah tingkat ROA yang diperoleh bank. Pembiayaan bagi hasil (PBH) juga berpengaruh negatif terhadap profitabilitas, meskipun tidak signifikan. Sebaliknya, pembiayaan jual beli (PJB), risiko likuiditas (FDR), aset, dan market share tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap profitabilitas bank syariah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun bank syariah menerapkan berbagai model pembiayaan syariah, faktor risiko kredit tetap menjadi tantangan utama yang perlu dikelola dengan baik. Berdasarkan temuan ini, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan risiko kredit yang lebih efektif diperlukan untuk meningkatkan profitabilitas bank syariah. Selain itu, bank syariah juga perlu meningkatkan optimalisasi fungsi intermediasi dan mengelola likuiditas dengan lebih efisien agar dapat memaksimalkan potensi keuntungan. Dengan demikian, strategi manajemen risiko yang lebih baik dapat membantu bank syariah dalam mencapai stabilitas keuangan dan keberlanjutan jangka panjang di industri perbankan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa bank syariah perlu meningkatkan manajemen risiko, terutama dalam aspek pengelolaan kredit bermasalah, agar dapat meningkatkan profitabilitas dan menjaga keberlanjutan keuangan. Selain itu, optimalisasi fungsi intermediasi bank syariah juga diperlukan untuk memaksimalkan pemanfaatan dana yang tersedia guna meningkatkan pendapatan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectNon-Performing Financing (NPF)en_US
dc.subjectFinancing to Deposit Ratio (FDR)en_US
dc.subjectReturn on Assets (ROA)en_US
dc.subjectPembiayaan Bagi Hasil (PBH)en_US
dc.subjectPembiayaan Jual Beli (PJB)en_US
dc.subjectProfitabilitasen_US
dc.subjectBank Syariahen_US
dc.titleAnalisis Pengaruh Profil Risiko Terhadap Profitabilitas Bank Syariahen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19313084


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record