| dc.description.abstract | Latar Belakang: Dislipidemia dapat menjadi berbagai risiko penyakit hati dan
jantung yang berbahaya. Kondisi stress oksidatif akibat dislipidemia, ditandai
dengan indikator kadar malondialdehid (MDA). Obat standar yang digunakan
untuk mengatasi kondisi dislipidemia adalah obat golongan statin. Obat ini masih
memiliki efek samping yang merugikan, sehingga diperlukan terapi alternatif, salah
satunya kurma ajwa. Kurma ajwa memiliki kandungan antioksidan yang dapat
menurunkan salah satu indikator kadar stress oksidatif yaitu MDA.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus kurma ajwa (Phoenix Dactylifera L.)
terhadap kadar malondialdehyde (MDA) organ hepar tikus putih (Rattus
Norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak (DTL).
Metode Penelitian: Metode studi eksperimental murni dengan rancangan post-
test only control group design. Tiga puluh ekor tikus putih galur Sprague dawley
dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol sehat (pakan standar, tanpa
intervensi), kontrol negatif (DTL), kontrol positif (DTL+atorvastatin), perlakuan 1
(DTL+jus kurma ajwa 40%), dan perlakuan 2 (DTL+jus kurma ajwa 60%). Organ
hepar dilakukan pengukuran kadar MDA dengan metode spektrofotometri. Kadar
MDA selanjutnya dianalisis dengan uji one way ANOVA dan post hoc bonferroni.
Hasil: Konsumsi diet tinggi lemak tidak berbanding lurus dengan peningkatan
berat badan tikus. Rerata kadar MDA hepar terendah terdapat pada kelompol
kontrol sehat, diikuti kelompok KP > P2 > P1 > KN. Peningkatan dosis konsentrasi
jus kurma ajwa 60% berbanding lurus dengan penurunan kadar MDA hepar,
meskipun belum mampu menyamakan kelompok kontrol sehat dan kontrol positif.
Kesimpulan: Jus kurma ajwa berpotensi dalam menurunkan kadar MDA hepar,
sehingga memiliki potensi sebagai antioksidan alami dalam bentuk minuman
fungsional. | en_US |