• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Pengaruh Pemberian Jus Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L.) Terhadap Kadar Malondialdehid Hepar Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang diinduksi Diet Tinggi Lemak

    Thumbnail
    View/Open
    19711131.pdf (4.154Mb)
    Date
    2023
    Author
    Sugiyanti, Anisa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Dislipidemia dapat menjadi berbagai risiko penyakit hati dan jantung yang berbahaya. Kondisi stress oksidatif akibat dislipidemia, ditandai dengan indikator kadar malondialdehid (MDA). Obat standar yang digunakan untuk mengatasi kondisi dislipidemia adalah obat golongan statin. Obat ini masih memiliki efek samping yang merugikan, sehingga diperlukan terapi alternatif, salah satunya kurma ajwa. Kurma ajwa memiliki kandungan antioksidan yang dapat menurunkan salah satu indikator kadar stress oksidatif yaitu MDA. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian jus kurma ajwa (Phoenix Dactylifera L.) terhadap kadar malondialdehyde (MDA) organ hepar tikus putih (Rattus Norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak (DTL). Metode Penelitian: Metode studi eksperimental murni dengan rancangan post- test only control group design. Tiga puluh ekor tikus putih galur Sprague dawley dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol sehat (pakan standar, tanpa intervensi), kontrol negatif (DTL), kontrol positif (DTL+atorvastatin), perlakuan 1 (DTL+jus kurma ajwa 40%), dan perlakuan 2 (DTL+jus kurma ajwa 60%). Organ hepar dilakukan pengukuran kadar MDA dengan metode spektrofotometri. Kadar MDA selanjutnya dianalisis dengan uji one way ANOVA dan post hoc bonferroni. Hasil: Konsumsi diet tinggi lemak tidak berbanding lurus dengan peningkatan berat badan tikus. Rerata kadar MDA hepar terendah terdapat pada kelompol kontrol sehat, diikuti kelompok KP > P2 > P1 > KN. Peningkatan dosis konsentrasi jus kurma ajwa 60% berbanding lurus dengan penurunan kadar MDA hepar, meskipun belum mampu menyamakan kelompok kontrol sehat dan kontrol positif. Kesimpulan: Jus kurma ajwa berpotensi dalam menurunkan kadar MDA hepar, sehingga memiliki potensi sebagai antioksidan alami dalam bentuk minuman fungsional.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54802
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV