Show simple item record

dc.contributor.authorArofiq, Muhammad Ariq Naufal
dc.date.accessioned2025-02-17T01:45:01Z
dc.date.available2025-02-17T01:45:01Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54786
dc.description.abstractLatar Belakang: Pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Masa inkubasi Covid-19 kisaran antara 1-14 hari, dan umumnya dalam 3 hari sudah mulai muncul gejala klasik terinfeksi virus seperti demam, lemas, myalgia, cepat lelah, dan lainnya. Gejala manifestasi utama dari Covid-19 antara lain adalah demam, lemas, batuk kering. Biomarker seperti rasio neutrofil-limfosit (NLR) digunakan sebagai parameter reaksi inflamasi yang juga sering dievaluasi dalam Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa pada pasien Covid-19 sering terjadi adanya peningkatan NLR melalui mekanisme lymphocyte exhaustion dengan terdapatnya zat PD-1 dan Tim-3, cytokine strom, dan teori lainnya. Beberapa penelitian lainnya menunjukkan adanya peningkatan NLR >2,4 pada seorang pasien memiliki kemungkinan menderita Covid-19 hingga 20 kali lebih besar kemungkinannya. Tujuan Penelitian: Mengetahui performa NLR dalam uji diagnosis pasien terkonfirmasi covid-19 di RSUD Wonosari. Metode Penelitian: Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross-sectional. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling yang dilakukan pada bulan September tahun 2021 sampai dengan Oktober tahun 2022. Populasi target penelitian ini adalah pasien suspek Covid-19 di RSUD Wonosari. Total sampel sebanyak 75 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Sampel berupa data sekunder dari status rekam medis pasien dan dilakukan analisis data secara univariat, kurva ROC, dan uji diagnostik. Hasil: Sebanyak 75 pasien suspek Covid-19 RSUD Wonosari didapatkan 33 pasien laki laki (44%), 42 pasien perempuan (66%), dan usia terbanyak >55 tahun sebanyak 52 pasien (69.3%). Dari hasil RT-PCR terdapat 57 pasien positif Covid- 19 (76%) dan 18 pasien negatif Covid-19 (24%). Hasil kurva ROC didapatkan nilai AUC 0.785 pada tingkat akurasi sedang dan p value signifikan (p<0.05; 95% CI 0.662-0.907) dengan cut-off point NLR≥ 2.33, sensitivitas 91.2%, spesifisitas 50%, NPV 64.3%, PPV 85.2%, LR+ 1.81, dan LR- 0.17. Kesimpulan: NLR mampu menjadi alat diagnosis awal untuk Covid-19 dengan cut-off point NLR ≥ 2.33, sensitivitas 91.2%, spesifisitas 50%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.subjectNLRen_US
dc.subjectRT-PCRen_US
dc.titleUji Diagnostik Rasio Neutrofil Limfosit pada Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di RSUD Wonosarien_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711188


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record