Uji Diagnostik Rasio Neutrofil Limfosit pada Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di RSUD Wonosari
Abstract
Latar Belakang: Pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) merupakan
wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona atau severe acute respiratory
syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Masa inkubasi Covid-19 kisaran antara
1-14 hari, dan umumnya dalam 3 hari sudah mulai muncul gejala klasik terinfeksi
virus seperti demam, lemas, myalgia, cepat lelah, dan lainnya. Gejala manifestasi
utama dari Covid-19 antara lain adalah demam, lemas, batuk kering. Biomarker
seperti rasio neutrofil-limfosit (NLR) digunakan sebagai parameter reaksi inflamasi
yang juga sering dievaluasi dalam Covid-19. Hasilnya menunjukkan bahwa pada
pasien Covid-19 sering terjadi adanya peningkatan NLR melalui mekanisme
lymphocyte exhaustion dengan terdapatnya zat PD-1 dan Tim-3, cytokine strom,
dan teori lainnya. Beberapa penelitian lainnya menunjukkan adanya peningkatan
NLR >2,4 pada seorang pasien memiliki kemungkinan menderita Covid-19 hingga
20 kali lebih besar kemungkinannya.
Tujuan Penelitian: Mengetahui performa NLR dalam uji diagnosis pasien
terkonfirmasi covid-19 di RSUD Wonosari.
Metode Penelitian: Metode yang digunakan merupakan penelitian observasional
analitik melalui pendekatan cross-sectional. Proses pengambilan sampel
menggunakan teknik consecutive sampling yang dilakukan pada bulan September
tahun 2021 sampai dengan Oktober tahun 2022. Populasi target penelitian ini
adalah pasien suspek Covid-19 di RSUD Wonosari. Total sampel sebanyak 75
pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Sampel berupa data
sekunder dari status rekam medis pasien dan dilakukan analisis data secara
univariat, kurva ROC, dan uji diagnostik.
Hasil: Sebanyak 75 pasien suspek Covid-19 RSUD Wonosari didapatkan 33
pasien laki laki (44%), 42 pasien perempuan (66%), dan usia terbanyak >55 tahun
sebanyak 52 pasien (69.3%). Dari hasil RT-PCR terdapat 57 pasien positif Covid-
19 (76%) dan 18 pasien negatif Covid-19 (24%). Hasil kurva ROC didapatkan nilai
AUC 0.785 pada tingkat akurasi sedang dan p value signifikan (p<0.05; 95% CI
0.662-0.907) dengan cut-off point NLR≥ 2.33, sensitivitas 91.2%, spesifisitas 50%,
NPV 64.3%, PPV 85.2%, LR+ 1.81, dan LR- 0.17.
Kesimpulan: NLR mampu menjadi alat diagnosis awal untuk Covid-19 dengan
cut-off point NLR ≥ 2.33, sensitivitas 91.2%, spesifisitas 50%.
Collections
- Medical Education [2954]
