| dc.description.abstract | Latar Belakang: Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan suatu
penyakit yang disebabkan oleh infeksi dari SARS-CoV-2. COVID-19 menyebar
secara global termasuk ke Indonesia. Gejala yang muncul di awal masa infeksi
adalah gejala seperti demam, batuk kering, dan lemas. Beberapa hari setelah
terinfeksi, gejalanya bisa menjadi lebih parah yaitu terjadi pneumonia acute
respiratory distress syndrome (ARDS), kegagalan multi-organ, hingga kematian
yang dapat diperparah dengan adanya komorbid. Diabetes merupakan salah satu
faktor risiko yang dapat meningkatkan keparahan pada pasien COVID-19 dan
dapat memperburuk kondisi pasien. Seiring dengan peningkatan keparahan
kemungkinan dilakukan perawatan di intensive care unit (ICU) lebih tinggi.
Tujuan Penelitian: Mengkaji lebih lanjut mengenai hubungan diabetes melitus
pada pasien COVID-19 dengan perawatan intensif di RSUD Suradadi.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional.
Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUD Suradadi, pada bulan
November-Desember 2022. Populasi target pada penelitian ini adalah pasien
COVID-19 dengan diabetes melitus yang dilakukan perawatan intensif di ICU
sebanyak 65 pasien. Penghitungan sampel menggunakan rumus estimasi
proporsi Lemeshow dan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara
univariat dan bivariat dengan uji Chi-square.
Hasil: Berdasarkan analisis ditunjukkan adanya hubungan antara status DM
dengan indikasi rujukan ke ICU. Nilai P yang didapatkan adalah sebesar 0.037 (P
> 0.05) yang artinya ada hubungan yang bermakna antara status DM pasien
dengan indikasi rujukan ICU. Sedangkan, hasil analisis untuk hubungan komorbid
lain dengan rujukan ICU pada penelitian ini didapatkan nilai P value 0.687 (P30.05)
yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara komorbid lain dengan
indikasi rujukan ke ICU.
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status DM pada pasien
COVID-19 dengan perawatan intensif di ICU. Sedangkan, pada pasien COVID-19
dengan komorbid lain tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan perawatan
intensif di ICU RSUD Suradadi. | en_US |