Show simple item record

dc.contributor.authorHaris, Muhammad
dc.date.accessioned2025-02-14T02:51:39Z
dc.date.available2025-02-14T02:51:39Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54750
dc.description.abstractLatar Belakang: Kurkumin memiliki berbagai potensi sebagai terapi alternatif di dunia kedokteran tetapi penelitian terkait senyawa tersebut sebagai agen antibiofilm belum banyak dilakukan. Hal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan biofilm pada bakteri Staphylococcus aureus yang dapat menghalangi penetrasi obat sehingga berpotensi menimbulkan infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) sebagai antibiofilm Staphylococcus aureus. Metode: Sumber informasi yang digunakan adalah original article menggunakan tujuh database, yaitu, Google Scholar, Pro Quest, ScienceDirect, Wiley, Pubmed, EBSCO, dan Cochrane. Artikel temuan kemudian diseleksi dengan alur PRISMA-ScR. Hasil: Lima artikel menyatakan efek positif senyawa kurkumin sebagai agen antibiofilm Staphylococcus aureus melalui mekanisme dan konsentrasi yang berbeda- beda. Terdapat 1 artikel menyatakan efek negatif senyawa kurkumin yang hanya mampu berperan pada fase planktonik sehingga tidak mampu mengeradikasi biofilm bakteri tersebut. Kesimpulan: Hasil dari penulisan scoping review ini mayoritas artikel menunjukkan manfaat senyawa kurkumin pada kunyit sebagai antibiofilm Staphylococcus aureus melalui berbagai mekanisme dan konsentrasi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titlePotensi Senyawa Kurkumin Pada Kunyit (Curcuma Longa) Sebagai Antibiofilm Staphylococcus Aureus : A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711059


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record