Potensi Senyawa Kurkumin Pada Kunyit (Curcuma Longa) Sebagai Antibiofilm Staphylococcus Aureus : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Kurkumin memiliki berbagai potensi sebagai terapi alternatif di dunia
kedokteran tetapi penelitian terkait senyawa tersebut sebagai agen antibiofilm belum
banyak dilakukan. Hal tersebut berkaitan dengan pertumbuhan biofilm pada bakteri
Staphylococcus aureus yang dapat menghalangi penetrasi obat sehingga berpotensi
menimbulkan infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi
senyawa kurkumin pada kunyit (Curcuma longa) sebagai antibiofilm Staphylococcus
aureus.
Metode: Sumber informasi yang digunakan adalah original article menggunakan tujuh
database, yaitu, Google Scholar, Pro Quest, ScienceDirect, Wiley, Pubmed, EBSCO,
dan Cochrane. Artikel temuan kemudian diseleksi dengan alur PRISMA-ScR.
Hasil: Lima artikel menyatakan efek positif senyawa kurkumin sebagai agen
antibiofilm Staphylococcus aureus melalui mekanisme dan konsentrasi yang berbeda-
beda. Terdapat 1 artikel menyatakan efek negatif senyawa kurkumin yang hanya
mampu berperan pada fase planktonik sehingga tidak mampu mengeradikasi biofilm
bakteri tersebut.
Kesimpulan: Hasil dari penulisan scoping review ini mayoritas artikel menunjukkan
manfaat senyawa kurkumin pada kunyit sebagai antibiofilm Staphylococcus aureus
melalui berbagai mekanisme dan konsentrasi.
Collections
- Medical Education [2782]
