Show simple item record

dc.contributor.authorNadya, Nurul
dc.date.accessioned2025-02-13T02:45:40Z
dc.date.available2025-02-13T02:45:40Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54744
dc.description.abstractLatar belakang: Penelitian ini meneliti hubungan frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan. Bayi dengan BBLR memiliki risiko morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama pada masa neonatal. Kehamilan pada usia remaja dan status gizi ibu yang rendah berkontribusi terhadap prevalensi BBLR. Pemantauan kesehatan melalui ANC dan penilaian gizi ibu hamil dengan LiLA penting untuk mencegah risiko kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan. Metode Penelitian: Penelitian cross-sectional ini menganalisis data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan fokus pada Kalimantan Selatan. Variabel yang diteliti meliputi frekuensi Antenatal Care (ANC), Lingkar Lengan Atas (LiLA), kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), serta variabel luar seperti paritas, tempat tinggal, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pemberian makanan tambahan (PMT). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivarian Hasil: Dari 7.361 responden, 178 ibu (2,41%) melahirkan bayi BBLR. Analisis bivariat Chi-square menunjukkan Lingkar Lengan Atas (LiLA) <23,5 cm meningkatkan risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebesar 1,626 kali dibandingkan LiLA ≥23,5 cm (OR = 1,626; IK 95% = 1,079-2,449; p = 0,019). Sebaliknya, frekuensi kunjungan AntenatalCcare (ANC) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p = 0,508). Penerimaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga menunjukkan hubungan dengan kejadian BBLR (p = 0,015). Simpulan: Status gizi ibu hamil berkontribusi signifikan terhadap kejadian BBLR, yang dibuktikan melalui hubungan antara ukuran LiLA dan pemberian PMT. Upaya promotif dan preventif sedini mungkin diperlukan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil dan menurunkan risiko BBLR.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectANCen_US
dc.subjectLiLAen_US
dc.subjectBBLRen_US
dc.titleHubungan Frekuensi Antenatal Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan: Analisis SSGI 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711155


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record