Hubungan Frekuensi Antenatal Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan: Analisis SSGI 2022
Abstract
Latar belakang: Penelitian ini meneliti hubungan frekuensi kunjungan Antenatal
Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan. Bayi dengan BBLR memiliki risiko
morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama pada masa neonatal. Kehamilan pada
usia remaja dan status gizi ibu yang rendah berkontribusi terhadap prevalensi
BBLR. Pemantauan kesehatan melalui ANC dan penilaian gizi ibu hamil dengan
LiLA penting untuk mencegah risiko kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu
serta bayi.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan Antenatal Care
(ANC) dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir
Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan.
Metode Penelitian: Penelitian cross-sectional ini menganalisis data Survei Status
Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan fokus pada Kalimantan Selatan. Variabel yang
diteliti meliputi frekuensi Antenatal Care (ANC), Lingkar Lengan Atas (LiLA),
kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), serta variabel luar seperti paritas,
tempat tinggal, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pemberian makanan
tambahan (PMT). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan
multivarian
Hasil: Dari 7.361 responden, 178 ibu (2,41%) melahirkan bayi BBLR. Analisis
bivariat Chi-square menunjukkan Lingkar Lengan Atas (LiLA) <23,5 cm
meningkatkan risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebesar 1,626 kali
dibandingkan LiLA ≥23,5 cm (OR = 1,626; IK 95% = 1,079-2,449; p = 0,019).
Sebaliknya, frekuensi kunjungan AntenatalCcare (ANC) tidak menunjukkan
hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p = 0,508). Penerimaan
Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga menunjukkan hubungan dengan
kejadian BBLR (p = 0,015).
Simpulan: Status gizi ibu hamil berkontribusi signifikan terhadap kejadian BBLR,
yang dibuktikan melalui hubungan antara ukuran LiLA dan pemberian PMT. Upaya
promotif dan preventif sedini mungkin diperlukan untuk meningkatkan status gizi
ibu hamil dan menurunkan risiko BBLR.
Collections
- Medical Education [2954]
