• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Frekuensi Antenatal Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan: Analisis SSGI 2022

    Thumbnail
    View/Open
    21711155.pdf (2.936Mb)
    Date
    2024
    Author
    Nadya, Nurul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Penelitian ini meneliti hubungan frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan. Bayi dengan BBLR memiliki risiko morbiditas dan mortalitas tinggi, terutama pada masa neonatal. Kehamilan pada usia remaja dan status gizi ibu yang rendah berkontribusi terhadap prevalensi BBLR. Pemantauan kesehatan melalui ANC dan penilaian gizi ibu hamil dengan LiLA penting untuk mencegah risiko kehamilan dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara frekuensi kunjungan Antenatal Care (ANC) dan ukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Kalimantan Selatan. Metode Penelitian: Penelitian cross-sectional ini menganalisis data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 dengan fokus pada Kalimantan Selatan. Variabel yang diteliti meliputi frekuensi Antenatal Care (ANC), Lingkar Lengan Atas (LiLA), kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), serta variabel luar seperti paritas, tempat tinggal, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), dan pemberian makanan tambahan (PMT). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivarian Hasil: Dari 7.361 responden, 178 ibu (2,41%) melahirkan bayi BBLR. Analisis bivariat Chi-square menunjukkan Lingkar Lengan Atas (LiLA) <23,5 cm meningkatkan risiko Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) sebesar 1,626 kali dibandingkan LiLA ≥23,5 cm (OR = 1,626; IK 95% = 1,079-2,449; p = 0,019). Sebaliknya, frekuensi kunjungan AntenatalCcare (ANC) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian BBLR (p = 0,508). Penerimaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) juga menunjukkan hubungan dengan kejadian BBLR (p = 0,015). Simpulan: Status gizi ibu hamil berkontribusi signifikan terhadap kejadian BBLR, yang dibuktikan melalui hubungan antara ukuran LiLA dan pemberian PMT. Upaya promotif dan preventif sedini mungkin diperlukan untuk meningkatkan status gizi ibu hamil dan menurunkan risiko BBLR.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54744
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV