| dc.description.abstract | Lift adalah bagian integral dari bangunan modern , dirancang untuk
mendukung transportasi vertikal secara efisien. Keberadaan lift tidak hanya
mempermudah mobilitas, tetapi juga menjadi elemen penting dalam memastikan
aksesibilitas dan kenyamanan pengguna bangunan.
Sektor konstruksi menyumbang 30% kecelakan kerja global,
menjadikannya salah satu industri paling beresiko tinggi. Pekerjaan berbasis
ketinggian dan pengangkatan material berat seperti pada proyek lift, memerlukan
perhatian khusus untuk mencegah bahaya seperti jatuh, cedera fisik, atau
kecelakaan yang lebih fatal. Untuk mencegah dan meminimalisir kecelakaan kerja
maka diperlukan manajemen risiko. Dalam penelitian ini menggunakan metode
analisis pencegahan kecelakaan HIRARC. Dilakukan dengan observasi langsung
dan wawancara untuk mengidentifikasi bahaya, memperkirakan risiko, dan
menentukan pengendalian yang selanjutnya dilakukan verifikasi oleh ahli K3.
Berdasarkan identifikasi bahaya yang dilakukan pada pekerjaan
pembangunan lift didapatkan 46 potensi bahaya dari 10 pekerjaan dengan pekerjaan
yang memiliki potensi paling besar adalah erection baja. Hasil penilaian risiko
sebelum diberi pengendalian didapatkan yaitu 15 potensi risiko dengan Level High
Risk (risiko tinggi), 32 potensi risiko Level Moderate Risk ( risiko sedang), dan 25
potensi risiko Level Low Risk (risiko rendah). Lalu sisa risiko yang didapatkan
setelah dilakukan pengendalian teknis, pengendalian administratif, dan alat
pelindung diri didapat sudah tidak ada lagi tingkat risiko dengan Level High Risk
(risiko tinggi), adanya penurunan pada Level Moderate Risk (risiko sedang)
menjadi 10, dan ditemukannya kenaikan pada Level Low Risk (risiko kecil)
menjadi 62 risiko | en_US |