Show simple item record

dc.contributor.authorWidodo, Khotim Mei
dc.date.accessioned2025-02-10T01:36:04Z
dc.date.available2025-02-10T01:36:04Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54695
dc.description.abstractStirena, senyawa organik dengan rumus kimia C8H8, molekulnya disusun oleh hidrokarbon aromatis dan juga sebuah gugus fungsi alkena, memiliki peran vital dalam industri petrokimia sebagai bahan baku utama untuk berbagai polimer maupun kopolimer, seperti polystirene (PS), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), dan styrene-acrylonitrile (SAN). Material-material tersebut digunakan dalam berbagai macam industri seperti otomotif, rumah tangga, elektronik dan lain sebaggainya, terhitung sudah ada industri stirena yang telah berdiri di Indonesia. Meskipun demikian, peluang industri stirena di Indonesia masih cukup besar mengingat kebutuhanya yang terus meningkat setiap waktunya. Prarancangan pabrik stirena dari etilbenzena dengan kapasitas 295.426 ton per tahun dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pabrik ini direncanakan akan dibangun pada Kawasan Industri Tuban, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan akan beroperasi selama 330 hari dalam setahun dengan jumlah karyawan sebanyak 210 orang. Metode Pembuatan stirena ini adalah dengan cara mendehidrogenasi senyawa etilbenzena yang mana dalam prosesnya terdapat komponen medium seperti steam dan katalis Shell 105. Proses reaksi yang bersifat kontinyu ini dijalankan dalam reaktor alir pipa berkatalis (fixedbed multitube reactor). Dan akan direaksikan pada tekanan 3,03 bar pada suhu 6200C. selanjutnya keluaran reaktor akan dipisahkan komponen cari dan gasnya pada vertical separator dan dimurnikan menggunakan dekanter dan juga tiga menara destilasi. Untuk memperoleh kapasitas sebesar 295.426 ton/tahun dibutuhkan setidaknya 466.304 ton/tahun etilbenzena. Selain itu pabrik juga dilengkapi dengan beberapa komponen utilitas yang membutuhkan jumlah air pendingin 52.256.911,40 ton/tahun, 582.901,37 ton/tahun chill water, 198.048,87 ton/tahun steam, 3.730.460,32 ton/tahun steam proses, 24.750,00 ton/tahun air domestik, 26,78 m3/jam udara tekan, 16.343,11 kW listrik, 533.675,02 kl/tahun liquified natural gas (LNG), 541,84 kl/tahun bahan bakar solar. Hasil analisis menunjukan bahwa pabrik stirena ini memiliki tingkat resiko rendah, sedangkan dari hasil evaluasi ekonomi pabrik stirena setidaknya menunjukan nilai kebutuhan dari modal tetap sebesar Rp 2.475.697.263.630, modal kerja sebesar Rp 25.328.104.587.000 ditambah dengan USD 4.576.059. dan mendapatkan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 2.310.381.450.000, dan keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 1.802.097.531.000 dari perhitungan didapatkan ROI sebelum pajak sebesar 91% dan ROI setelah perhitungan pajak sebesar 71%, POT sebelum pajak 0,98 tahun dan POT sesudah pajak sebesar 1,22 tahun sementara nilai BEP sebesar 58%, Shut down point (SDP) sebesar 52,49%, discounted cash flow sebesar 19%. Berdasarkan hasil evaluasi ekonomi ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik stirena secara ekonomi layak untuk didirikan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDehidrogenasien_US
dc.subjectEtilbenzenaen_US
dc.subjectHidrokarbon Aromatisen_US
dc.subjectStirenaen_US
dc.titlePra Rancangan Pabrik Stirena dari Etilbenzena Kapasitas 295.426 Ton/Tahun Prarancangan Pabriken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18521192


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record