Pra Rancangan Pabrik Stirena dari Etilbenzena Kapasitas 295.426 Ton/Tahun Prarancangan Pabrik
Abstract
Stirena, senyawa organik dengan rumus kimia C8H8, molekulnya disusun oleh
hidrokarbon aromatis dan juga sebuah gugus fungsi alkena, memiliki peran vital
dalam industri petrokimia sebagai bahan baku utama untuk berbagai polimer
maupun kopolimer, seperti polystirene (PS), acrylonitrile butadiene styrene (ABS),
dan styrene-acrylonitrile (SAN). Material-material tersebut digunakan dalam
berbagai macam industri seperti otomotif, rumah tangga, elektronik dan lain
sebaggainya, terhitung sudah ada industri stirena yang telah berdiri di Indonesia.
Meskipun demikian, peluang industri stirena di Indonesia masih cukup besar
mengingat kebutuhanya yang terus meningkat setiap waktunya. Prarancangan
pabrik stirena dari etilbenzena dengan kapasitas 295.426 ton per tahun dilakukan
untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pabrik ini direncanakan akan dibangun
pada Kawasan Industri Tuban, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur,
dan akan beroperasi selama 330 hari dalam setahun dengan jumlah karyawan
sebanyak 210 orang. Metode Pembuatan stirena ini adalah dengan cara
mendehidrogenasi senyawa etilbenzena yang mana dalam prosesnya terdapat
komponen medium seperti steam dan katalis Shell 105. Proses reaksi yang bersifat
kontinyu ini dijalankan dalam reaktor alir pipa berkatalis (fixedbed multitube
reactor). Dan akan direaksikan pada tekanan 3,03 bar pada suhu 6200C. selanjutnya
keluaran reaktor akan dipisahkan komponen cari dan gasnya pada vertical
separator dan dimurnikan menggunakan dekanter dan juga tiga menara destilasi.
Untuk memperoleh kapasitas sebesar 295.426 ton/tahun dibutuhkan setidaknya
466.304 ton/tahun etilbenzena. Selain itu pabrik juga dilengkapi dengan beberapa
komponen utilitas yang membutuhkan jumlah air pendingin 52.256.911,40
ton/tahun, 582.901,37 ton/tahun chill water, 198.048,87 ton/tahun steam,
3.730.460,32 ton/tahun steam proses, 24.750,00 ton/tahun air domestik, 26,78
m3/jam udara tekan, 16.343,11 kW listrik, 533.675,02 kl/tahun liquified natural gas
(LNG), 541,84 kl/tahun bahan bakar solar. Hasil analisis menunjukan bahwa pabrik
stirena ini memiliki tingkat resiko rendah, sedangkan dari hasil evaluasi ekonomi
pabrik stirena setidaknya menunjukan nilai kebutuhan dari modal tetap sebesar Rp
2.475.697.263.630, modal kerja sebesar Rp 25.328.104.587.000 ditambah dengan
USD 4.576.059. dan mendapatkan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp
2.310.381.450.000, dan keuntungan sesudah pajak sebesar Rp 1.802.097.531.000
dari perhitungan didapatkan ROI sebelum pajak sebesar 91% dan ROI setelah
perhitungan pajak sebesar 71%, POT sebelum pajak 0,98 tahun dan POT sesudah
pajak sebesar 1,22 tahun sementara nilai BEP sebesar 58%, Shut down point (SDP)
sebesar 52,49%, discounted cash flow sebesar 19%. Berdasarkan hasil evaluasi
ekonomi ini, dapat disimpulkan bahwa pabrik stirena secara ekonomi layak untuk
didirikan dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Collections
- Chemical Engineering [1334]
