Show simple item record

dc.contributor.authorPermatasari, Winda Haniifah
dc.date.accessioned2025-02-04T02:29:56Z
dc.date.available2025-02-04T02:29:56Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54631
dc.description.abstractKesejahteraan kerja penting untuk diperhatikan guna menjaga kestabilan kinerja karyawan dan menciptakan perusahaan yang memiliki daya saing yang baik. Hal ini menjadi semakin krusial pada perusahaan rintisan, di mana karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan fleksibilitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi informasi secara efektif. Oleh karena itu, praktik kerja yang paling sesuai untuk kondisi ini adalah praktik kerja tangkas. Namun, untuk memahami bagaimana praktik ini mempengaruhi kesejahteraan kerja, penting untuk mengeksplorasi peran mediasi dari tuntutan kerja dan sumber daya kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mediasi tuntutan kerja dan sumber daya pada hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja. Desain korelasional diterapkan melalui survei terhadap 73 karyawan Perusahaan rintisan di Indonesia (Laki-laki = 39,7%, Perempuan = 60,3% Musia = 26,41, SDusia = 2,45). Hasil penelitian menunjukkan tuntutan kerja dan sumber daya memediasi hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja. Lebih lanjut, tuntutan kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja dimensi kelelahan emosional (b = 0,49, p < 0.001, R2 = 0,33); serta sumber daya berperan sebagai mediator dalam hubungan antara praktik kerja tangkas dan kesejahteraan kerja dimensi keterlibatan emosional (b = 0,16, p < 0.001, R2 = 0,3).en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleHubungan Praktik Kerja Tangkas dengan Kesejahteraan Kerja yang dimediasi Tuntutan Kerja dan Sumber Daya Kerja Pada Karyawan Perusahaan Rintisanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21915042


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record